Gorontalo, Hargo.co.id – Sudah sebulan ini mayoritas warga di Dusun Tahele dan Dusun Dengilo, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, sudah cukup terisolir. Warga setempat mengaku kesulitan menjalankan aktivitasnya menyusul robohnya jembatan penghubung desa karena terbawa arus deras sebulan yang lalu. Warga setempat berharap agar pemerintah bisa turun tangan.
Pantuan Gorontalo Post, putusnya jembatan penghubung di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Pasalnya, 695 jiwa yang tinggal di dua Dusun yakni dusun Tahele dan Dengilo ini harus melewati sungai Alo untuk bisa menuju ke jalan utama.
Beberapa kendaraan warga pun mogok saat mencoba melintas di arus sungai Alo. Namun lain halnya jika air sungai Alo tersebut naik, warga terpaksa tak bisa melintas. Hasil bumi para petani di dua dusun itu pun terpaksa tak bisa dibawa keluar untuk dijual.
Meski mempunyai jalan alternatif lain, Namun warga tak mau menggunakannya karena kondisi jalan yang rusak parah dan harus memutar cukup jauh hingga ke Desa Iloponu.
Bahkan, tak hanya warga saja yang mengaku kesulitan. Anak-anak mereka terpaksa harus memotong sungai Alo agar bisa ke sekolah. Terkadang sepatu atau seragam mereka basah saat tiba di ruang kelas. Belum lagi jika sedang turun hujan, debit air sungai Alo naik. Anak-anak pun batal ke sekolah.
Wawan Makino (36) salah satu warga Dusun Tahele mengungkapkan, jika masyarakat merasa sangat kesusahan karena harus melewati arus sungai yang cukup deras saat hendak menuju ke jalan raya.
