Hargo.co.id GORONTALO – Pasca bentrok antar kampung Kelurahan Tenda dengan Kelurahan Kampung Bugis, Kota Gorontalo pekan lalu. Suasana di dua kelurahan tersebut masih mencekam. Hingga, tadi malam(17/7), petugas Sabhara dari Polres Gorontalo Kota masih siaga satu untuk mencegah kemungkinan bentrok kembali pecah.
Semntara, sejumlah warga di Kampung Tenda terlihat melakukan penjagaa ekstra terhadap kemungkinan adanya bentrok kembali. mereka melakukan penjagaan secara berkelompok. Bahkan ada yang ikut melakukan pemblokiran di perbatasan kampung tepatnya di jembatan jalan P Kalengkongan yang merupakan akses menghubungkan antara pusat Kota Gorontalo dengan Kelurahan Tenda, Pohe, Bongo dan Kelurahan Sabua. Terlihat pula ada aktivitas membakar ranting dan pohon.
Ditempat lain, Masyarakat Kampung Bugis juga menutup semua akses jalan masuk ke kawasan mereka. Di dua kelurahan tersebut menyebar anggota Sabhara Polres Gorontalo Kota
yang melakukan siaga satu. Bahkan, yang terbaru yakni tadi malam sekia pukul 09.00 wita suasana serupa juga terlihat di kawasan Kelurahan Talumolo.
Masyarakat setempat terlihat ekstra berjaga-jaga bahkan melakukan pemblokiran jalan dengan membakar ban. Hanya saja sejumlah warga setempat saat diwawancarai memilih bungkam atas aksi blokir jalan yang mereka lakukan.
“Susana masih cukup panas. Makanya kita terus melakukan penjagaan,” kata Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto,SH,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Indra Dalimunte SH,SIK.
Lebih lanjut disampaikan AKP Indra, pasca bentrok, memamg masih banyak isu-isu yang sampai ke telinga kedua masyarakat. Bahwa akan ada serangan balasan.
“Isu ini cukup berbahaya, karena bisa mengundang bentrok pecah kembali,” jelasnya.
Pihaknya kata AKP Indra, berupaya untuk menutup isu tersebut agar tidak menyebar dan memprovokasi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga turun melakukan penjagaan terutama di wilayah perbatasan.
Petugas juga setiap saat melakukan patroli utamanya pada malam hari untuk mencegah adanya kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menyusun rencana yang berbahaya.
“Kita juga melakukan pendekatan persuasif kepada para tokoh-tokoh kedua belah pihak. Agar tidak terjadi bentrok susulan,” pungkasnya. (tr-49/hargo)
