Passion Penting untuk Tujuan Hidup

×

Passion Penting untuk Tujuan Hidup

Share this article

Dalam buku Money Therapy karya Irma Rahayu, passion adalah harta karun terbesar dalam hidup kita. Hal dasar yang membedakan apakah kita melakukan sesuatu sesuai dengan passion kita atau tidak, itu sangat sederhana. Apakah kita melakukan hal itu dengan cinta dan suka cita? Apakah kita akan tetap melakukan hal tersebut walaupun tidak dibayar? Kalau jawabannya iya, mungkin itu adalah passion kita.

Nah, bagi Rizqa Ananda Hanapi, setiap orang pasti punya passion. Biasanya passion itu benar-benar dari dalam diri dan dipengaruhi oleh lingkungan. Menurutnya, bagi sebagian orang akan sangat membingungkan kalau tidak memiliki passion. “Tentu bagi mereka yang belum tahu passionnya di mana akan bingung sendiri. Karena selama kita hidup, kita akan diperhadapkan dengan berbagai jalan kehidupan. Sebaiknya jalan yang diambil adalah jalan dimana kita memiliki passion di dalamnya,” ujar dara kelahiran 30 April 1997 ini.

Anak pertama dari pasangan Sumitro Hanapi dan Yulianti Dangkua ini juga mengakui bahwa tidak sepanjang hidup seseorang memiliki passion yang sama. Bisa saja berubah-ubah. Rizqa sendiri menyikapinya seperti wrong path (salah jalan) yang diambil bisa jadi lead to the destiantion (menunjukkan ke tujuannya). Dulunya, Rizqa sendiri merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Manado. Awalnya, dia merasa kalau dia memiliki passion di jurusan tersebut, namun nasibnya berkata lain. Ia kemudian mengkuti tes masuk perkuliahan sekali lagi dan diterima di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

“Semakin luas passion yang bisa kita jangkau, maka itu semakin baik. Passion yang di dapat di tengah jalan dan passion di dapat di awal jalan itu tentu beda. Ada minat, tapi tidak ada passion maka menjalankannya pun setengah-setengah,” lanjutnya.

Rizqa ini berhasil menemukan passionnya. Terbukti dengan prestasi yang didapatkannya selama menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Seperti Lomba Legistative Drafting, di mana ia terpilih dan diberangkatkan ke Universitas Indonesia karena menjadi salah satu peserta terbaik dalam Pembuatan Naskah Akademik dan Perancangan Undang-Undang Ekonomi Kreatif. Jelas berbeda dengan sebelum ia benar-benar menemukan passionnya. Bahkan, Rizqa pernah menjadi Tim Pebuatan Perda di salah satu Provinsi di Indonesia. (ZT-10)