Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pedapatan berkurang, Angkot Protes Bus Gratis

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:28 Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Sebagus apapun program itu, tak selamanya berjalan mulus. Seperti program bus gratis untuk siswa, mahasiswa, PNS dan karyawan swasta di Kabupaten Gorontalo yang mendapat kecaman dari taksi angkutan antar kota (Angkot). Pasalnya, pendapatan mereka berkurang drastis.

Sejatinya, bus gratis yang dilabeli Bus Trans Gemilang ini baru saja beroperasi sejak, Senin (9/10). Sejatinya, ada 6 bus yang dioperasikan untuk melayani tiga trayek berbeda. Pada hari pertama ini, bus gratis tersebut memang tidak terlalu penuh karena mungkin belum diketahui banyak orang atau tersosialisasikan dengan baik. Tapi rupanya, keberadaraan bus gratis ini tetap menganggu pendapatan para supir taksi angkot.

Puncaknya, sejumlah taksi angkot terparkir rapih di kolong Pakaya Tower, kemarin, Selasa (10/10). Menurut pengakuan beberapa supir, sehari sebelumnya mereka merasa kesulitan mencari penumpang karena siswa dan pegawai kini lebih memilih bus gratis. Mengingat pula jam operasional bus gratis yang hanya selama 2 jam pada pagi hari, jam pulang sekolah dan jam pulang kantor ini membuat pendapatan para sopir angkot turun drastis.

Iki (26) salah satu supir angkot yang melayani rute dalam kota, mengatakan, mereka sangat tidak setuju dan jelas-jelas menolak tentang adanya bus gratis, “Ini saja oto (angkot,red) sudah dua jam terparkir disini, biasanya paling lama 10 sampai 15 menit angkutan sudah berangkat. Tapi sekarang tidak ada lagi,” ungkap Iki.

Mereka berharap agar program gratis ini dipertimbangkan lagi, mengingat sangat mengganggu pendapatan supir angkot yang sebagian besar juga harus menyetor kepada majikan mereka. “Sekarang kalau siswa dan pegawai beralih ke bus gratis, jelas torang mati pak. Mana kami harus cari setoran juga, anak bini di rumah juga butuh makan,” kesalnya.

Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, melalui Kepala Seksi Angkutan Darat, Ismet Katili, mengatakan, meski sempat mendapatkan penolakan oleh para supir angkot, bus gratis yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gorontalo sudah disosialisasikan kepada para supir angkot, baik dari tingkat kecamatan hingga desa.

Olehnya, sudah disepakati bus gratis bisa beroperasi, dengan catatan rute dan titik kumpul para penumpang bus tidak mengganggu angkot.

“Saya rasa tidak mengganggu pendapatan angkutan umum, karena jam oprasionalnya terbatas, hanya pagi hari pukul 06.00 Wita sampai pukul 08.00 Wita dan siang pukul 14.00 Wita sampai 16.00 Wita,” ungkapnya.(tr-56)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar