Hargo.co.id, GORONTALO – Puluhan jenis tanaman dipamerkan di pekan raya tanaman hias yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Menariknya, ada satu jenis tanaman bonsai yang dijual dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.
Tanaman mahal tersebut adalah Bonsai Asem Jawa. Jenis tanaman ini memang menjadi tanaman termahal yang dijual dalam pameran itu. Tak tanggung-tanggung, pemilik tanaman membuka harga Rp 100 juta untuk jenis tanaman tersebut.
“Harganya bervariasi, mulai dari yang harganya puluhan ribu hingga yang paling mahal itu Rp 100 Juta yaitu jenis tanaman Bonsai Asam Jawa,” kata Ketua Panitia kegiatan Pekan Raya Tanaman Hias, Suwandi Maku saat diwawancarai Hargo.co.id, Rabu (17/11/2021).

Dirinya menjelaskan, tanaman ini memang menjadi mahal karena berbagai pertimbangan. Selain masuk kategori bonsai langka, tanaman ini juga perlu ekstra dalam merawatnya. Umur tanaman tersebut, kata Suwandi Maku, bisa mencapai mencapai 30 tahun jika dirawat dengan baik.
“Tapi tidak semua tanaman di sini dijual, sebagian memang hanya sekedar dipamerkan, karena ini memang hanya koleksi. Pemiliknya memang hanya memamerkan di sini untuk meramaikan Pekan Raya tanaman hias ini,” terang Suwandi Maku.
Dirinya mengatakan, Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 16 November 2021 di kompleks taman Budaya Limboto tersebut diikuti oleh sepuluh Komunitas bunga se-provinsi Gorontalo. Suwandi Maku mengakui, jumlah itu memang masih sedikit dibandingkan dengan daerah lain.
“Mungkin karena kegiatan tersebut baru pertama kali digelar di provinsi Gorontalo. Dalam seminggu ini saja total penjualan baru mencapai sekitar Rp. 80 juta rupiah. Dan tanaman yang laku itu yang paling mahal Rp. 25 juta, ” kata Suwandi Maku.

Meski baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Gorontalo, namun kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. Bahkan, kata dia, Rencananya, pelaksanaan kegiatan tersebut akan diperpanjang sampai tanggal 26 pekan depan.
“Kegiatan ini sangat mendapatkan dukungan dari pemerintah. Rencananya kegiatan ini akan diperpanjang sampai pekan depan. Kami juga sudah mendapatkan izin dari Bupati Gorontalo, pak Nelson Pomalingo,” ungkapnya.
Selain menghadirkan komunitas bunga, Pekan Raya Tanaman Hias juga menghadirkan beberapa komunitas Non Bunga, diantaranya komunitas batu akik dan komunitas jam klasik.
“Kegiatannya banyak, diantaranya ada Atraksi tata bonsai dan pelatihan perawatan bunga. Selain itu, ada juga kontes batu akik, Kontes jam jadul atau jam klasik dan masih banyak lagi kegiatan yang kita lakukan untuk memeriahkan kegiatan ini,” ungkap Suwandi Maku.
Kedepannya, kata dia, komunitas pecinta bunga yang ada di provinsi Gorontalo masih akan menggelar beberapa kegiatan, diantaranya pada Hari ulang tahun provinsi Gorontalo pada Desember bulan depan.
“Jadi selain di tingkat provinsi, Kita juga berencana akan mengikuti kegiatan tingkat nasional,” ujar Suwandi maku.(***)
Penulis : Sucipto Mokodompis
