Penanganan Anthrax Belum Maksimal, Daging Sapi Beredar Luas, Masyarakat Diminta Waspada

×

Penanganan Anthrax Belum Maksimal, Daging Sapi Beredar Luas, Masyarakat Diminta Waspada

Share this article
Ilustrasi

Apalagi kata Haris, penetapannya pun bukan menjadi kewenangan kabupaten, melainkan oleh pihak Kementrian. “Saya luruskan, belum KLB,”singkatnya.
Sementara itu, Haris Tome juga memastikan jika daging dari sapi yang terinfeksi anthrax telah menyebar ke sejumlah pasar dan dijual bebas.

Ditemui usai pembahasan LKPJ Bupati Gorontalo di DPRD, kemarin mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab ternak sapi di wilayahnya itu terinfeksi anthrax. Dugaan awal merupakan sapi kiriman dari luar daerah lain. Tetapi setelah diperiksa, ternyata sapi lokal Gorontalo.

“Memang kita dapatkan dikawasan Desa Lupoyo dan Ulapato A, karena penangkaran sapi yang hanya satu lokasi di dekat danau Limboto,” ungkap Haris.Upaya penanganan yang dilakukan pemerintah kata Haris, selain membentuk tim terpadu juga melakukan isolasi penangkaran sapi serta sudah ada 5000 vaksin yang didatangkan untuk melakukan vaksin pada seluruh sapi.

“Jika sapi divaksinasi betul terkena Anthrax, maka setelah divaksin sapi itu akan mati,”ujarnya. “Kami menganjurkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dalam mengkonsumsi daging sapi, karena ciri sapi anthrax dagingnya sedikit pucat dan tak kemerah-merahan,”tambahnya. (tro/and/Wie/hargo)