Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penemuan Mayat di Mananggu Bikin Geger Warga

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 15 Desember 2021 | 02:05 AM Tag: , ,
  Pemakaman terhadap korban dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO –  Selasa, (14/12/2021) sekitar pukul 15.00 Wita, Cici Nusi (24), warga Dusun Beringin, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Boalemo, hendak mengecek alat pengukuran air, yang setiap harinya dilaporkan di Kantor Balai Sungai Provinsi Gorontalo. Saat ia melewati jalan di samping rumah Rohana Ntopa (57), tiba-tiba mencium bau tak sedap yang cukup menyengat. Ditelusurinya, bau tersebut berasal dari arah rumah Rohana Ntopa.

Merasa ada yang aneh, ia menghubungi Nenti Umar, warga Dusun setempat, yang tak lain adalah tetangga Rohana Ntopa. Sekitar pukul 18.00 Wita, giliran Nenti Umar, yang memberitahukan perihal bau tak sedap itu kepada Siana Ntopa (63). Siana Ntopa, adalah kakak dari Rohana Ntopa.

Karena penasaran, ketiga warga yang sudah bersama warga lainnya ini pun, mencoba masuk ke dalam rumah Rohana Ntopa, untuk mencari di mana sumber bau tak sedap itu.

Begitu di dalam rumah, mereka mendapati sebuah handphone dan sandal yang terletak, tepat di depan kamar tidur Rohana Ntopa. Mereka mencium, jika bau tak sedap itu berasal dari arah kamar tidur Rohana Ntopa.

Belum langsung masuk, sontak para warga itu memilih keluar rumah dulu, untuk melapor kepada Kepala Dusun Beringin Rifal Mile (31). Tak lama kemudian, Kepala Dusun tiba di lokasi, sekitar pukul 19.30 Wita.

Bersama Kepala Dusun, para warga bersepakat mendobrak pintu kamar Rohana Ntopa. Dan betapa kaget mereka, menyaksikan mayat Rohana Ntopa yang sedang tergeletak di tempat tidurnya.

Sesosok mayat itu ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. Seluruh badannya membengkak. Sekujur tubuhnya berwarna kehitaman. Peristiwa itu pun langsung dilaporkan kepada Polisi.

Tak menunggu waktu lama, personel Polsek Mananggu yang dipimpin Kapolsek Mananggu, Ipda Maksen Buluati S.H, meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna mengamankan situasi.

“Malam itu Kades Bendungan Ulul Azmi Kadji menelpon saya terkait penemuan mayat tersebut, kalau tak salah sekitar jam 9 malam. Saat itu juga kita langsung berangkat ke sana. Saya, ada Unit Intel, Unit Reskrim, dan Sabhara,”kata Ipda Maksen Buluati, ketika dikonfirmasi Hargo.co.id, melalui sambungan telepon. 

Dikatakan Ipda Maksen Buluati, begitu pihaknya tiba di lokasi, warga di TKP sudah banyak. Namun, hanya pihak keluarga saja yang berada di dalam rumah korban. Ada kakak ipar korban, dan pula anak korban.

“Kita dapati memang ada mayat, sudah bengkak dan sudah mengeluarkan bau tak sedap. Pihak keluarga menolak otopsi dan meminta mayat, agar segera dimakamkan. Tapi meski begitu, tetap kami lakukan hanya visum luar saja, bersama para dokter Puskesmas Mananggu. Untuk keluarga yang menolak autopsi, membuat surat pernyataan,” ujarnya.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, lanjut Ipda Maksen Buluati, bahwa korban memang mempunyai riwayat penyakit bawaan, Yaitu darah tinggi dan kolesterol. Sehingga, sering kali penyakit korban kambuh. 

Apakah yang bersangkutan sudah pernah pernah divaksin Covid-19? Mantan KBO Lantas Polres Boalemo itu menjawab, terkait hal itu belum ia tanyakan kepada Kepala Desa.

“Itu belum saya tanyakan kepada Kepala Desa, apakah sudah divaksin atau belum. Kalau ada penyakit bawaan, memang tak bisa divaksin. Sama sekali tidak bisa. Untuk pemakaman dilakukan secara protokol kesehatan Covid-19,” imbuhnya.

Menurut keterangan saksi Siana Ntoma, saudara kandung korban lanjut Ipda Maksen Buluati, saksi terakhir kali melihat korban pada Kamis, 09 Desember, sekitar pukul 17.00 Wita. 

Namun, setelah itu saksi sudah tidak melihat dan mengetahui keberadaan korban, karena korban tidak tinggal serumah dengan saksi. Korban yang diketahui adalah petani itu, hanya tinggal sendiri dirumahnya.

“Para tetangga terakhir melihat korban pada Kamis pukul 17.00 wita sewaktu korban pulang dari kebun. Korban tinggal sendiri di rumah, semua anak-anaknya tinggal di luar Kecamatan Mananggu. Suami korban sudah meninggal kurang lebih setahun yang lalu,” pungkas Kapolsek Mananggu. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 1.709 times, 1 visits today)

Komentar