Bahkan ia pun mampu melakukan apa saja demi kebutuhan vemnya, dalam hal ini kasih sayang dan komitmen yang sudah pernah mereka sepakati. Saat ini Melati tidak hanya memiliki Vem sebagai pacarnya.
Namun, melati sudah banyak teman sesama Bucy yang saat ini sudah membentuk sebuah kelompok. Hanya saja, Melati enggan membeberkan apa nama kelompoknya tersebut dengan alasan untuk keamanan para kaumnya agar tidak diusik oleh orang lain. Lalu dimana saja tempat nongkrong pavorit para Bucy ini.
Diakui Melati, ia bersama kelompoknya kerap nongkrong di sejumlah tempat hiburan malam. Itupun hanya diwaktu-waktu tertentu saja seperti rabu malam dan sabtu malamn.
“Kami lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau kos-kosan sesama teman buci,”katanya.
Sama halnya dengan Mitha (samaran). Kendati dirinya jauh dari kesan feminim dan cenderung tomboi tetapi dirinya merupakan wanita normal bahkan mempunyai pacar, namun hidupnya berubah saat dirinya putus dari pacarnya.
Sehingga dimasa sulit tersebut dirinya memang dekat dengan seorang teman wanita yang merupakan teman curhatnya, kemanapun mereka selalu bersama hingga singkatnya rasa sayang, memiliki pun muncul diantara keduanya.
“Mulai dari awal hobi yang sama, hingga mengumpulkan koleksi, makan dan hangout bersama setiap hari membuat pertemanan mereka semakin dekat,”ungkap Mitha.
Singkat cerita selama setahun mereka jalani bersama, diakuinya sikap yang nyaman dan saling mengerti antara keduanya yang dilatar belakangi oleh kehidupan masa lalu disakiti oleh cinta menjadi salah satu alasan kenapa memilih menyukai sesama jenis. “Mengalir begitu saja, tetapi kalau dikatakan itu merupakan penyakit yang menular mungkin saja,”akunya.
