Jumat, 22 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengalaman Puasa di Sunshine State, Florida

Oleh Berita Hargo , dalam Persepsi , pada Kamis, 29 April 2021 | 16:05 PM Tag:
  Lismawati Lapasi

Oleh: Lismawati Lapasi

Hargo.co.id – NAMA saya Lismawati Lapasi, asal Gorontalo. Saat ini saya sedang berkuliah S2 jurusan Curriculum and Instruction di University of Central Florida, yang terletak di negara bagian Florida yang sering disebut “Sunshine State”, Amerika Serikat. Saya mendapatkan beasiswa Fulbright Master’s Degree Program dan berangkat ke AS pada bulan Januari 2021 di tengah pandemi COVID-19.

Ramadan tahun ini sangat berbeda buat saya, karena saya menjalaninya jauh di negeri aorang, dimana saya menuntut ilmu. Walaupun ini bukan pengalaman Ramadan pertama kali jauh dari negeri sendiri, namun rasanya tetap saja berbeda.

Jauh sebelum tiba di Amerika, saya sudah membayangkan betapa berat puasa di Amerika yang kata orang-orang bisa sampai 17 jam. Dari segi mental, saya sudah menyiapkan diri untuk puasa selama itu. Tapi setelah mengecek jadwal puasa melalui pengumuman Islamic Society of Central Florida, saya baru tahu kalau durasi puasanya kurang lebih sama dengan Indonesia, yaitu sekitar 14 jam. Jadwal sahurnya secara umum berakhir sekitar jam 05.50 pagi dan buka puasa sekitar jam 07.50 malam. Ramadan 1442 H jatuh pada musim semi di Amerika, sehingga durasinya lebih pendek jika dibandingkan dengan saat musim panas.

Di minggu pertama Ramadan, kampus saya diliburkan dari aktifitas akademik (Spring Break). Walaupun demikian, ada beberapa tugas kampus yang harus dimasukkan pada minggu tersebut. Selain itu, di minggu kedua dan ketiga Ramadan bertepatan dengan ujian akhir semester. Sehingga otomatis saya menghabiskan hari-hari puasa dengan belajar, setidaknya selama 3 minggu di bulan Ramadan.

Di minggu pertama Ramadan ini juga, Persatuan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat di Central Florida (Permias Central Florida) menyelenggarakan buka puasa bersama yang diadakan di apartemen saya. Alhamdulillah di kesempatan ini bisa berkumpul dengan sesama mahasiswa Indonesia dan menikmati suguhan masakan Indonesia yang dibawa masing-masing mahasiswa.

Foto bersama anggota Permias Central Florida setelah acara buka puasa bersama

Jadwal akademik saya selama Ramadan sangat berubah karena bertepatan dengan ujian akhir semester. Dengan intensitas belajar yang semakin tinggi dan sementara menjalani puasa, saya harus bisa menyeimbangkan keduanya dengan mengatur jadwal belajar dan ibadah. Setiap hari saya bangun jam 4.30 untuk menyiapkan sahur, solat subuh, mengaji, lalu lanjut belajar sampai dengan pukul 9 pagi. Setelah itu tidur 2 jam, lanjut belajar lagi dan hanya istirahat beberapa menit sebelum jadwal solat tiba.

Setelah berbuka puasa sekitar pukul 07.50 malam, solat Magrib, Isya dan Tarawih, saya melanjutkan aktifitas akademik sampai pukul 11 malam dan baru tidur sekitar pukul 12 malam. Untuk solat tarawih, saya solat di apartemen saja karena lokasi apartemen saya jauh dari Masjid lokal. Sesekali untuk mengobati rindu rumah, saya menelpon keluarga atau sahabat di Gorontalo. Kadang juga saya menonton film yang merupakan satu-satunya hiburan mahasiswa dimasa hectic kuliah.

Menu sahur dan buka puasa biasanya saya siapkan sendiri, kadang bersama roommate yang juga mahasiswa Indonesia. Bahan makanan sudah kami siapkan beberapa hari sebelum Ramadan dan disetok untuk sebulan penuh. Ada beberapa pasar lokal dan internasional yang menyediakan bahan makanan Halal di wilayah Orlando, sehingga tidak sulit bagi mahasiswa muslim disini untuk mendapatkan bahan makanan halal. Menu buka puasa kami sangat sederhana seperti kurma, pudding, buah, jus, dan air putih. Sementara untuk sahur, nasi putih, sayur, kerupuk dan daging/ikan/ayam/nugget. Tidak ada yang istimewa dari menunya, tapi saya yakin berkahnya sama. Beberapa kali saya dan teman seapartemen dikirimi menu buka oleh sesama mahasiswa Indonesia yang tinggal satu kompleks dengan kami.

Ada satu pengalaman menarik pada puasa saya kali ini. Suatu hari saya sedang ujian akhir yang harus diselesaikan dalam waktu 5 jam. Ujiannya dimulai dari pukul 4 sore sehingga bertabrakan dengan waktu buka. Saking intensnya ujian tersebut, saya tidak sadar sudah lewat waktu berbuka beberapa menit. Bahkan, saya tidak menyiapkan menu apapun untuk berbuka, sehingga terpaksa hanya berbuka dengan air putih dan sisa snack. Tak disangka, saya dapat kiriman makanan paket lengkap menu buka dan sahur khas Indonesia dari orang Indonesia yang tinggal di Orlando. Menunya sangat mengobati rindu kami dengan menu Ramadan ala Indonesia, seperti cendol, rendang, ayam goreng, mie ayam, tempe goreng, telur, sambal, dan kerupuk. Alhamdulillah, rezeki dari langit yang dititipkan ke orang baik oleh Allah SWT. Masha Allah, saya terharu sekali dengan kepedulian sesama orang Indonesia disini, apalagi di bulan suci Ramadan.

Ramadan masih tersisa sekitar 3 minggu lagi, saya dan teman-teman berencana untuk buka puasa, solat tarawih bersama di masjid lokal, dan ngabuburit dengan mahasiswa Indonesia di taman atau di restoran halal di Orlando dalam waktu dekat. Tentunya setelah ujian akhir semester rampung, Insha Allah. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalani puasa dimanapun berada. Amin. (***)

Orlando, 12 Ramadan 1442 H

 

*) Pemulis adalah Mahasiswa S2 jurusan Curriculum and Instruction di University of Central Florida, Amerika Serikat
(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar