Permasalahan itu terang Tya, akan membuat meningkatnya angka perceraian. Hingga menghasilkan keluarga broken home, dekat dengan narkoba juga seks bebas, pernikahan usia muda, depresi juga tak jarang berakhir dengan kasus bunuh diri.
“Cara merubah pola asuh yang kurang efektif bisa dimulai dengan mengidentifikasi masalah terkait agama, kemudian pendidikan, selanjutnya kehidupan ekonomi,†ucap Tya.
Langkah selanjutnya, kata Tya adalah menentukan target perubahan, membuat rencana pencapaian serta konsisten, fokus dan jangan menyerah mencapai apa yang dicita-citakan. Kenalilah kepribadian Anda sendiri, suami juga anak.
“Tak ada salahnya untuk melakukan konseling. Dengan konseling setidaknya akan didapatkan sebuah komitmen, kerjasama juga rasa empati yang akan kembali mengharmoniskan hubungan keluarga,†tandasnya. (wil/c/hargo)
