Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai dipenuhi pedagang kue kering menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu yang tampak sibuk melayani pembeli adalah lapak milik Ka Dino (55), pedagang asal Batudaa yang telah sembilan tahun menjajakan aneka kue Lebaran di lokasi tersebut.
Di lapaknya, Ka Dino menyediakan beragam kue kering yang dijual dengan kisaran harga berbeda.
Kue yang dikemas menggunakan mika dijual dengan harga lebih terjangkau, sementara kue dalam toples dibanderol dengan harga lebih tinggi tergantung jenisnya.
“Kalau yang di mika itu Rp60.000. Ada juga yang Rp100.000 sampai Rp150.000,” ujar Ka Dino saat ditemui di lapaknya di Pasar Senggol (14/3/2026).
Berbagai jenis kue tersedia untuk memenuhi selera pembeli, di antaranya kacang keong, kacang potong, rambutan, karawang, kurma, putri salju, hingga sejumlah varian kue terbaru.
Para pengunjung biasanya datang langsung ke lapak untuk memilih kue yang mereka inginkan.
Meski menawarkan banyak pilihan, Ka Dino mengaku seluruh kue yang dijual bukan hasil produksinya sendiri. Ia hanya menjadi penjual bagi para pembuat kue yang menitipkan dagangannya.
“Bukan produksi sendiri, ini titipan dari pembuat kue,” katanya.
Lapak tersebut mulai beroperasi sejak pukul 08.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita setiap harinya.
Namun, menurut Ka Dino, lonjakan pembeli biasanya terjadi pada penghujung Ramadan, khususnya saat malam pasang lampu atau tradisi Tumbilotohe.
“Biasanya yang paling ramai itu saat hari-hari terakhir ramadan tepatnya malam pasang lampu. Banyak pembeli datang berburu kue,” ujarnya.
Untuk bisa berjualan di Pasar Senggol, Ka Dino harus menyewa tempat dengan biaya sekitar Rp2.000.000 untuk dua meja selama kurang lebih 10 hari menjelang Lebaran.
Meski biaya sewa cukup besar, ia tetap merasa bersyukur karena tradisi masyarakat Gorontalo membeli kue menjelang Idulfitri
masih terus terjaga dan menjadi peluang rezeki bagi para pedagang musiman seperti dirinya. (Mg-08)












