Ekonomi

Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri

×

Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri

Share this article
Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri
Lapak kue lebaran Ka Dino di Pasar Senggol Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai dipenuhi pedagang kue kering menjelang Hari Raya Idulfitri.

Berita Terkait:  Wujudkan Layanan Pangan Aman, SUCOFINDO Gelar Sosialisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Salah satu yang tampak sibuk melayani pembeli adalah lapak milik Ka Dino (55), pedagang asal Batudaa yang telah sembilan tahun menjajakan aneka kue Lebaran di lokasi tersebut.

Di lapaknya, Ka Dino menyediakan beragam kue kering yang dijual dengan kisaran harga berbeda.

Berita Terkait:  Komitmen BRI Life Perkuat Implementasi ESG Melalui Program Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Serta Kepedulian Lingkungan

Kue yang dikemas menggunakan mika dijual dengan harga lebih terjangkau, sementara kue dalam toples dibanderol dengan harga lebih tinggi tergantung jenisnya.

“Kalau yang di mika itu Rp60.000. Ada juga yang Rp100.000 sampai Rp150.000,” ujar Ka Dino saat ditemui di lapaknya di Pasar Senggol (14/3/2026).

Berita Terkait:  KAI Daop 2 Bandung Catat Pergerakan Penumpang Tinggi Selama 2 Minggu Angkutan Nataru 2025/2026, Okupansi Sudah Mencapai 113,3%

Berbagai jenis kue tersedia untuk memenuhi selera pembeli, di antaranya kacang keong, kacang potong, rambutan, karawang, kurma, putri salju, hingga sejumlah varian kue terbaru.

Para pengunjung biasanya datang langsung ke lapak untuk memilih kue yang mereka inginkan.

Berita Terkait:  Holding Perkebunan Nusantara Pererat Silaturahmi dengan Warga Po’ona melalui Program TJSL PTPN 1 Regional 8

Meski menawarkan banyak pilihan, Ka Dino mengaku seluruh kue yang dijual bukan hasil produksinya sendiri. Ia hanya menjadi penjual bagi para pembuat kue yang menitipkan dagangannya.

“Bukan produksi sendiri, ini titipan dari pembuat kue,” katanya.

Berita Terkait:  SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

Lapak tersebut mulai beroperasi sejak pukul 08.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita setiap harinya.

Namun, menurut Ka Dino, lonjakan pembeli biasanya terjadi pada penghujung Ramadan, khususnya saat malam pasang lampu atau tradisi Tumbilotohe.

Berita Terkait:  KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026

“Biasanya yang paling ramai itu saat hari-hari terakhir ramadan tepatnya malam pasang lampu. Banyak pembeli datang berburu kue,” ujarnya.

Untuk bisa berjualan di Pasar Senggol, Ka Dino harus menyewa tempat dengan biaya sekitar Rp2.000.000 untuk dua meja selama kurang lebih 10 hari menjelang Lebaran.

Berita Terkait:  BRI Danareksa Sekuritas dan Pegadaian Perkenalkan Layanan Gadai Efek Online ke Seluruh Indonesia

Meski biaya sewa cukup besar, ia tetap merasa bersyukur karena tradisi masyarakat Gorontalo membeli kue menjelang Idulfitri

masih terus terjaga dan menjadi peluang rezeki bagi para pedagang musiman seperti dirinya. (Mg-08) 

Berita Terkait:  Penguatan Ekonomi Umat Muhammadiyah Kepri: Majelis Ekonomi Resmi Dikukuhkan, Tokokamu.id Hadir Sebagai Wadah UMKM dan Program Lainnya