Ekonomi

Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri

×

Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Penjual Kue Raup Rezeki di Pasar Senggol Menjelang Lebaran Idulfitri
Lapak kue lebaran Ka Dino di Pasar Senggol Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai dipenuhi pedagang kue kering menjelang Hari Raya Idulfitri.

Berita Terkait:  BINUS @Medan Tunjukkan Peran Kampus Global Digitalpreneur di Momentum 45 Tahun BINUS

Salah satu yang tampak sibuk melayani pembeli adalah lapak milik Ka Dino (55), pedagang asal Batudaa yang telah sembilan tahun menjajakan aneka kue Lebaran di lokasi tersebut.

Di lapaknya, Ka Dino menyediakan beragam kue kering yang dijual dengan kisaran harga berbeda.

Berita Terkait:  Mengapa Akreditasi AACSB Menjadikan BINUS Kampus S1 International Terbaik

Kue yang dikemas menggunakan mika dijual dengan harga lebih terjangkau, sementara kue dalam toples dibanderol dengan harga lebih tinggi tergantung jenisnya.

“Kalau yang di mika itu Rp60.000. Ada juga yang Rp100.000 sampai Rp150.000,” ujar Ka Dino saat ditemui di lapaknya di Pasar Senggol (14/3/2026).

Berita Terkait:  Psikolog Ungkap Fenomena 'Decision Anxiety' Kecemasan Pilih Kampus

Berbagai jenis kue tersedia untuk memenuhi selera pembeli, di antaranya kacang keong, kacang potong, rambutan, karawang, kurma, putri salju, hingga sejumlah varian kue terbaru.

Para pengunjung biasanya datang langsung ke lapak untuk memilih kue yang mereka inginkan.

Berita Terkait:  Tangani Bencana Agam, Kementerian PU Fokuskan Perbaikan Jalan, Jembatan, dan Sanitasi

Meski menawarkan banyak pilihan, Ka Dino mengaku seluruh kue yang dijual bukan hasil produksinya sendiri. Ia hanya menjadi penjual bagi para pembuat kue yang menitipkan dagangannya.

“Bukan produksi sendiri, ini titipan dari pembuat kue,” katanya.

Berita Terkait:  Sambut Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Perketat Pengamanan Jalur, 36 Tenaga Extra Disiagakan

Lapak tersebut mulai beroperasi sejak pukul 08.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita setiap harinya.

Namun, menurut Ka Dino, lonjakan pembeli biasanya terjadi pada penghujung Ramadan, khususnya saat malam pasang lampu atau tradisi Tumbilotohe.

Berita Terkait:  BRI Finance Optimistis Genjot Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan di Tengah Dinamika Pasar

“Biasanya yang paling ramai itu saat hari-hari terakhir ramadan tepatnya malam pasang lampu. Banyak pembeli datang berburu kue,” ujarnya.

Untuk bisa berjualan di Pasar Senggol, Ka Dino harus menyewa tempat dengan biaya sekitar Rp2.000.000 untuk dua meja selama kurang lebih 10 hari menjelang Lebaran.

Berita Terkait:  BINUS UNIVERSITY Raih Penghargaan “Marketeers Digital Marketing Heroes 2025” melalui Kampanye #MulaiLebihAwal

Meski biaya sewa cukup besar, ia tetap merasa bersyukur karena tradisi masyarakat Gorontalo membeli kue menjelang Idulfitri

masih terus terjaga dan menjadi peluang rezeki bagi para pedagang musiman seperti dirinya. (Mg-08) 

Berita Terkait:  Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446