Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penolakan Fahri Hamzah di Sulut Tunjukkan Sikap Intoleran

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 14 Mei 2017 | 02:00 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Anggota Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mengkritik aksi penolakan sejumlah elemen masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) atas kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Dia menilai bahwa penolakan itu malah menunjukkan sikap intoleran. “Justru aksi hadang itu sikap intoleran,” tegasnya melalui pesan singkat, Sabtu (13/5).

Mahfudz mengatakan, sikap sejumlah elemen masyarakat itu tidak lepas dari vonis 2 tahun penjara yang diterima Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Akhirnya Fahri mendapat imbasnya.

“Jadi aksi-aksi yang marak di berbagai daerah beberapa hari terakhir pasca vonis PN terhadap Ahok, nampak sekali ada pengkondisian dan mobilisasi,” kata Mahfudz.

Hal itu, menurutnya, justru berbahaya bagi persatuan bangsa. “Kalau kita sudah tidak bisa hormati keputusan hukum, maka itulah awal kekacauan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar anggota komisi IV DPR itu.

Sementara itu, dia mengaku salut dengan sikap Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang berupaya menjelaskan kepada massa yang terprovokasi pernyataan Fahri Hamzah merupakan Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI).

“Saya hormat dengan Gubernur Sulut yang berupaya menjelaskan kepada kelompok massa yang termakan provokasi bahwa Fahri Hamzah adalah sekjen FPI. FH datang sebagai wakil ketua DPR, narsum diskusi kebangsaan,” pungkas Mahfudz.

Diketahui, sejumlah elemen masyarakat mendatangi Bandara Sam Ratulangi, Manado, tadi pagi. Mereka menolak kedatangan Fahri yang dijadwalkan tiba pukul 10.20 WITA. Mereka menilai Fahri sebagai sosok yang memicu tindakan intoleran atas pernyataannya. (hg/dna/JPG)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar