Minggu, 29 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penyaluran BLT Minyak Goreng Harus Tuntas Tepat Waktu 

Oleh Admin Hargo , dalam Kota Gorontalo , pada Selasa, 12 April 2022 | 02:05 Tag: ,
  Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika ketika meninjau penyaluran BLT minyak goreng di Kelurahan Heledula Utara, Senin (11/4). (Foto : Prokopim)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng di Kota Gorontalo harus tuntas tepat waktu, yakni sembilan hari terhitung mulai 11 April 2022.

“Saya minta penyalurannya (BLT minyak goreng) dipercepat, agar tuntas tepat waktu. Insya Allah dalam tempo sembilan hari sudah selesai,” pinta Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat meninjau penyaluran BLT minyak goreng di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Timur, masing-masing Kelurahan Heledulaa Utara, Heledulaa Selatan dan Tamalate, Senin (11/04/2022).

Meminta penyaluran BLT minyak goreng tepat waktu, Marten bukan tanpa alasan. Disampaikan Marten, hal itu berdasarkan petunjuk dari Presiden RI Joko Widodo, mengingat adanya lonjakan harga minyak goreng.

“Ditambah lagi, salah satu kebutuhan pokok ini sangat sulit didapatkan. Maka dari itu, pak Presiden menginstruksikan kepada seluruh daerah agar mempercepat penyaluran BLT minyak goreng, bahkan seminggu sebelum Idul Fitri sudah harus selesai,” tutur Marten.

Di Kota Gorontalo sendiri, total penerima BLT ini jumlahnya mencapai 14.439 KPM yang masuk dalam penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Masyarakat penerima BPNT juga menerima BLT, karena kita tahu bersama minyak goreng langka dan mahal. Oleh karena itu pak Presiden menggulirkan BLT minyak goreng kepada penerima BPNT sebanyak tiga bulan yang diserahkan sekalian yaitu Rp 300.000. Kemudian BPNT satu bulan, sehingga yang diterima sebanyak Rp 500 ribu,” tutur Marten.

Sementara itu, Mimi salah seorang warga penerima BLT minyak goreng menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada dirinya bersama masyarakat lain, sehingga bisa mendapatkan BLT minyak goreng.

Mimi mengaku, untuk mendapatkan BLT minyak goreng, dirinya bersama warga lain tidak dipersulit. Kata Mimi, setelah mendapatkan undangan dari PT. POS Indonesia yang diantarkan petugas kelurahan, dirinya tinggal membawa kopian KTP bersama Kartu Keluarga.   

“Selain melampirkan surat undangan dari PT. POS yang diantarkan oleh kelurahan, kami juga diminta membawa  syarat lain yaitu membawa fotocopy kartu keluarga dan foto copy KTP. Jadi, bagi saya syaratnya tidak terlalu ribet,” tandas Mimi. (***)

 

Penulis : Jamiah Bolota *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG

(Visited 38 times, 1 visits today)

Komentar