“Alhamdulillah saya tentu bersyukur bisa wisuda dengan hasil yang baik. Ini tentu tidak lepas dari perjuangan orang tua, dan dukungan dari kakak saya,” ujar Desi ketika diwawancarai Gorontalo Post usai prosesi wisuda, kemarin.
Ada hal unik dari perjalanan Desi yang tercatat sebagai warga Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo selama menjalani perkualiahan di UMG. Ia memang tidak seberentung kebanyakan mahasiswa lainnya di UMG yang perkuliahannya ditunjang oleh orang tua.
Selain itu, Alumni SMA Negeri 1 Limboto itu bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Kakaknya Irawan Saleh hanya seorang pengusaha kecil.
Saat mendaftar di Program Studi (Prodi) Ilmu Keperawatan, Fakulitas Ilmu Kesehatan (Fikes), UMG, modal yang dimiliki Desi tidak lebih dari uang pendaftaran Rp 6 juta yang diberikan sang kakak Irawan Saleh, serta tekad yang kuat untuk sukses.
Desi memantapkan niatnya masuk di Prodi Keperawatan, padahal dibanding prodi yang lain, ilmu kesehatan biayanya jauh lebih besar. Hebatnya, bayang pesimis tak pernah melintas dipikirannya.
“Saya yakin saja, kalau saya berusaha keras pasti bisa. Apalagi saya dengar di UMG bagi yang berprestasi akan diusulkan mendapatkan beasiswa baik dari internal UMG maupun instansi pemerintah. Peluang itu dalam bayangan saya yang bisa dikejar,” tutur anak bungsu dari tiga bersaudara itu.
Sadar dengan kondisinya serta peluang waktu itu, Desi giat belajar dan melatih kedisiplinan. Setiap habis perkuliahan, ia melakukan pendalaman materi setelah balik ke rumah. Begitu pun ketika diberikan tugas, cepat-cepat ia menyelesaikannya.
Desi tak pernah membiasakan dirinya menunda-nunda mengerjakan tugas. Ia juga membangun pendekatan emosional dengan para dosen di FIKES khususnya Prodi Keperawatan. Kondisi itu sangat membatunya, karena ketika ada materi yang kurang jelas, ia sharing akrab dengan dosen.
Alhasil, keberhasilan pun bersambut. Setelah semester pertama, ia mendapatkan beasiswa prestasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.
