Di sisi lain, Noah Bonsey dari International Crisis Group pesimistis mendengar kesepakatan tersebut. ’’Menghentikan segala bentuk serangan, kecuali terhadap Fron Al Nusra? Kesepakatan ini jelas akan gagal.
Sebab, Rusia dan rezim Assad cenderung menyebut semua kelompok sebagai Fron Al Nusra dan IS,’’ sindir pengamat senior ICG itu lewat akun Twitter-nya.
Agar ’’gencatan senjata’’ tersebut berhasil, menurut Bonsey, semua pihak harus lebih dulu duduk bersama dan menyatukan pendapat mereka tentang Fron Al Nusra maupun ISIS.
’’Mumpung masih ada waktu, sebaiknya AS dan Rusia menyamakan pandangan dan definisi mereka tentang dua kelompok teror itu lebih dulu sebelum menerapkan gencatan senjata,’’ saran Bonsey. (AFP/Reuters/BBC/hep/c20/ami/hargo)
