Hal senada pula dikatakan Kapolres Boalemo, AKBP Ade Permana,SIK. Untuk daerah Boalemo kata Alumnus Akpol tahun 2000 ini, ada dua titik yang menjadi fokus perayaan yakni di Kecamatan Mananggu dan Kecamatan Paguyaman.
“Dua titik ini menjadi pusat pelaksanaan perayaan ketupat dan kami sudah menyiapkan kurang lebih 130 personil guna melakukan pengamanan,†terangnya.
Di sisi lain, Kapolres Pohuwato,AKBP Dafcoriza,SIK,M.Sc mengemukakan, untuk tahun ini perayaan ketupat tersebar di delapan titik atau delapan kecamatan. Berbeda dengan tahun-tahun kemarin yang hanya terpusat di empat kecamatan yakni Kecamatan Popayato Barat, Kecamatan Popayato, Marisa dan Kecamatan Paguat. Di tahun ini dari empat kecamatan tersebut terdapat ketambahan yakni di Kecamatan Lemito, Wanggarasi, Duhiadaa dan Kecamatan Buntulia.
“Ada kurang lebih 150 personil yang kami libatkan dalam melakukan pengamanan di lokasi pelaksanaan perayaan ketupat,†kata AKBP Dafcoriza.
Alumnus Akpol tahun 1998 ini, mengatakan akan memperketat wilayah perbatasan, karena berdasarkan pengalaman, setiap perayaan ketupat sering terjadi perkelahian antar kampun yakni masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Popayato dengan masyarakat yang ada di Kecamatan Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Pada dasarnya, kami berharap agar masyarakat pula bisa ikut serta membantu kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi kepentingan kita bersama,†harapnya. (kif/gp/hg)
