Hargo.co.id GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat selama bulan April 2016 tidak ada kegiatan ekspor impor melalui pelabuhan Gorontalo. Pertanyaan pun muncul, apakah tanda perekonomian Gorontalo sedang lesu ?
“Mudah-mudahan bukan karena ekonomi sedang lesu. Mungkin kalau cuma sekali (dalam satu tahun,red) tidak masalah. Tapi kalau sudah lebih, apalagi berturut-turut, tentu sudah harus menjadi perhatian,” ungkap Eko Marsoro, Kepala BPS Provinsi Gorontalo pada pers confrence di kantornya, Rabu (1/6).
Dia tidak membantah jatuhnya perdagangan Gorontalo akibat musim kekeringan atau elnino pada 2015 lalu. Pasalnya, jagung yang selalu menjadi komoditas ekspor utama Gorontalo tidak lagi terlihat. Terakhir, Gorontalo mengekspor jagung pada bulan September 2015 lalu diantaranya ke Filiphina dengan nilai mencapai US$3.184.600.
Begitu juga impor, pada bulan April 2016 tercatat turun 100 persen alias nihil. Padahal, bulan sebelumnya nilai impor melalui pelabuhan Gorontalo tercatat sebesar US$4.845.389 dari Tiongkok yang didominasi mesin dan peralatan mekanik dan listrik.
Salah satu pemerhati dan pengamat pertanian Sudarmono Pulukadang memprediksi bahwa neraca perdagangan Gorontalo pada 2016 bakal defisit. Pasalnya, jagung yang menjadi andalan Gorontalo sedang sekarat.
“Memang saat ini petani sedang giat-giatnya menanam jagung. Belum lagi ada bantuan dari pemerintah sehingga dapat menekan ongkos produksi agar petani bisa bergairah lagi. Tapi bagaimana jika pada bulan Agustus 2016 kedepan, atau katakanlah Oktober terjadi elnino lagi, jagung Gorontalo bakal terpuruk.
Setahu saya, musim panas di Gorontalo itu biasa ada setiap tahun,” ketus alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gorontalo (UG) itu. Selain itu, yang menjadi bukti pendukung adalah terus merosotnya produksi jagung setiap tahun.
Sudarmono pun menyebut produksi jagung Gorontalo 2015 turun 10 persen dari 2014, atau turun sekitar 76,2 Ribu Ton. Belum lagi, luas lahan untuk tanaman jagung pun terus menyusut. “Ini menjadi sinyalemen, harus ada selain jagung untuk mendongkrat neraca perdagangan Gorontalo,” pungkasnya.(axl/hargo)
