“Poin penting saya ada kesejahteraan dan kebutuhan tenaga pengajar, data menunjukan bahwa saat ini kita kekurangan guru,” kata Weni.
Sementara itu calon petahana Dewi Hemeto mengakui calon-calon yang maju di pencalonan DPD memang sudah berpengalaman di dunia politik. Karena itu, Dewi menyatakan dia tak tinggal diam dalam pencalonan.
“Apa yang saya perjuangkan memang untuk Provinsi Gorontalo, walaupun memang kewenangan DPD-RI masih terbatas dan perlu memanfaatkan kemitraan DPD yang ada saat ini untuk kepentingan Gorontalo jangka panjang,†ungkap Dewi.
Selama ini, Dewi mengatakan, keberadaannya di komite 4 yang membidangi APBN dan transfer dana ke daerah, selalu dia optimalkan untuk mengawal kucuran dana APBN untuk Gorontalo. Termasuk dana desa.
“Di Gorontalo setidaknya ada 750 desa dan sudah ada 520 desa yang saya datangi. Dan setiap tahun saya laporkan ke media. Insha Allah ini akan saya optimalkan untuk membuka saluran aspirasi tanpa ada sekat ruang dan waktu,†jelasnya.
Calon pendatang baru Dahlan Usman menyatakan, keinginannya maju di DPD-RI bukan tanpa alasan. Dia ingin memberikan partisipasi politik. Juga ingin mendorong kualitas politik ke arah politik kesejahteraan.
“Paling tidak saya ingin masyarakat kita lebih sejahtera dan tentunya ingin meyakinkan masyarakat tentang kerja-kerja DPD-RI walaupun bukan dari sisi budgeting,†ungkap Dahlan Usman.
Dahlan mengatakan, pengalamannya selama ini berkecimpung di bidang lingkungan dan pertanian akan selaras dengan program yang akan dia tawarkan. Yaitu program yang akan mendorong pertanian berwawasan lingkungan. Misalnya untuk pengaplikasi
an pupuk organic, penanaman dari segi kemiringan. “Sehingga melalui DPD-RI ini jika diamanatkan rakyat saya akan memperjelas fungsi DPD-RI lebih pada peran inisiasi, diluar dari tupoksi yang ada di undang-undang, †ungkap Pencetus program kambungu beresi tersebut. (gp/hg)
