Hargo.co.id, SULSEL – Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dituntut semakin kreatif menghadapi perubahan perilaku konsumen di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Tak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, pelaku usaha kini perlu mampu membangun identitas merek, menciptakan konten yang menarik, sekaligus mengemas cerita di balik produknya agar lebih dekat dengan konsumen.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus UMK Academy 2026 yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Pelatihan perdana program tersebut berlangsung Selasa (29/9/2026), di Jalan Onta Lama No. 70, Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Sebanyak 95 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 25 peserta hadir secara langsung, sedangkan 70 lainnya mengikuti pelatihan secara daring melalui Zoom.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami teknik membuat konten untuk media sosial, tetapi juga menggali identitas usaha dan cerita personal yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun merek.
Materi disampaikan Yoga Pratama dari CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama tim Akselerator Pertamina Sulawesi.
Sejumlah materi yang diberikan mencakup trust building content, brand positioning & product story, pemetaan persoalan dan pola pikir dalam membuat konten, storytelling, branding, hingga strategi meningkatkan penjualan melalui media sosial.
Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alat bantu untuk menghasilkan materi visual yang lebih menarik sekaligus mempercepat proses produksi konten. Pemanfaatannya tetap diarahkan untuk mendukung kreativitas dan karakter masing-masing usaha.
Pada sesi praktik, peserta diajak kembali melihat alasan awal membangun bisnis, motivasi pribadi, hingga berbagai tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan usaha.
Pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi bahan storytelling yang dapat dikembangkan sebagai konten media sosial untuk membangun kedekatan dengan calon konsumen.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kemampuan membuat konten harus dibarengi pemahaman terhadap identitas dan cerita yang melekat pada sebuah produk.
Menurutnya, media sosial tidak semata-mata harus digunakan sebagai etalase untuk menawarkan produk.
“Kami ingin pelaku UMK tidak hanya melihat media sosial sebagai tempat untuk menawarkan produk. Ada cerita, proses, dan nilai yang bisa dibagikan kepada konsumen. Ketika pelaku usaha mampu menyampaikan ceritanya dengan baik, produk akan memiliki identitas dan hubungan yang lebih kuat dengan konsumennya,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, perubahan pola konsumsi informasi membuat kemampuan berkomunikasi dengan audiens menjadi semakin penting bagi pelaku UMK.
Maka dari itu, UMK Academy dirancang dengan pendekatan praktik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mengembangkan ide konten berdasarkan pengalaman dan karakter usaha masing-masing.
“Pelatihan ini kami dorong agar peserta berani mengubah cara pandang dari sekadar menjual menjadi bercerita. Mereka perlu memahami siapa konsumennya, apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana membangun kepercayaan melalui konten yang relevan. Teknologi seperti AI dapat menjadi alat bantu untuk memperkuat proses tersebut,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, refleksi, hingga praktik storytelling untuk kebutuhan media sosial.
Peserta diberi ruang untuk mengeksplorasi pengalaman mereka selama menjalankan usaha,
kemudian menerjemahkannya menjadi cerita yang lebih relevan dengan karakter dan target audiens.
Program UMK Academy sendiri merupakan bagian dari upaya Pertamina
dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMK agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem bisnis.
Pembekalan tidak hanya menyasar kemampuan teknis, tetapi juga mendorong pola pikir, kreativitas,
serta kemampuan pelaku usaha dalam membangun komunikasi dengan konsumennya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus mendorong penguatan kapasitas UMK melalui berbagai program pemberdayaan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.(Rls)












