Pilkada Kabgor, PAN Siap Koalisi dengan Nasdem

×

Pilkada Kabgor, PAN Siap Koalisi dengan Nasdem

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC PAN Kabupaten Gorontalo, Daryatno Gobel, menyerahkan berkas pendaftaran penjaringan Wakil Bupati di Kantor DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo, (09/10/2019). (Deice/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Konstelasi politik Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor) terus bergerak. Penjaringan calon bupati-wakil bupati yang dilakukan sejumlah partai menjadi media untuk membangun komunikasi politik. Dari komunikasi politik yang terbangun saat ini, sejumlah partai mulai memberi isyarat koalisi.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Gorontalo, telah memberi sinyal untuk berkoalisi dengan Partai Nasdem yang juga mengoleksi empat kursi.

Sinyal ini ditandai dengan langkah Ketua DPC PAN Kabupaten Gorontalo, Daryatno Gobel, mendaftar penjaringan calon wakil bupati di Partai Nasdem, kemarin (9/10). Merespon langkah Ketua DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili, yang sebelumnya telah mendaftar penjaringan calon bupati di PAN.

“Kalau di PDIP saya mendaftar penjaringan calon bupati-wakil bupati, di Nasdem saya sengaja mendaftar calon wakil bupati,” ujar Daryatno.

“Itu artinya PAN siap berkoalisi dengan Nasdem. Karena pak Rustam mendaftar calon bupati dalam penjaringan di PAN,” sambungnya.

Walau begitu, menurut Daryatno, PAN tetap akan membuka  ruang komunikasi politik dengan partai lain. Untuk kepentingan koalisi Pilkada. Makanya, bila ada partai lain yang membuka penjaringan calon kepala daerah, dia akan mengikuti penjaringan tersebut.

“Kami akan mendaftar kalau Demokrat, Golkar dan PPP membuka penjaringan,” ungkap Daryatno.

Sikap senada juga disampaikan Ketua DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili. Dia mengatakan, Nasdem juga tetap membuka komunikasi politik dengan partai lain. Karena bagi Nasdem, komunikasi politik ini tidak hanya untuk kepentingan Pilkada, tapi juga untuk kepentingan jangka panjang.

“Contohnya Nasdem ada empat kursi. Siapapun yang menang jadi Bupati, peran parlemen tetap dibutuhkan,” jelasnya.

Jadi menurut Rustam, koalisi partai sejatinya harus terpelihara, baik sebelum dan sesudah pilkada. Makanya koalisi politik harus punya kesamaan visi-misi.

“Jadi jangan beranggapan kita koalisi, hanya berebut untuk diusung. Tetapi ini harus berkesinambungan,” tandas Rustam.

Tahapan penjaringan calon bupati-wakil bupati partai Nasdem akan berakhir pada 23 Oktober mendatang.Sampai saat ini, sudah ada tifa figur yang mengambil formulir. Yaitu, Politisi Demokrat Arifin Djakani, dr AR Muhammad, dan Rustam Akili . Sementara yang sudah resmi mendaftar adalah Daryatno Gobel. (wie/hg)