Polda Gorontalo Tidak Temukan Dugaan Pemerkosaan Wanita Asal Manado, Begini Kronologisnya

×

Polda Gorontalo Tidak Temukan Dugaan Pemerkosaan Wanita Asal Manado, Begini Kronologisnya

Share this article
ilustrasi

Kekerasan Fisik :
Usai dari Laboratorium mereka kembali ke Hotel misfalah untuk istirahat. Pada hari rabu pukul 16:00 wita tanggal 27 Januari 2016 saudari F (Korban) mulai bertingkah aneh seperti kesurupan.

Melihat tingkah F (Korban)yang aneh teman korban meminta diobat oleh paranormal. Namun tingkah F (korban) malah bertambah saat diobati oleh paranormal, bahkan F (Korban) ingin bunuh diri mencoba melompat dari jendela Hotel, namun hal tersebut dapat diatasi.

Sampai pada hari Jumat tanggal 29 Januari di Hotel Amaris setelah pindah dari Hotel Misfalah F (Korban) terus meronta ronta bahkan F (Korban) berusaha mencekik leher temannya Y. karena merasa kesakitan Y berusaha melepaskan cengkraman F (Korban) dengan menjambak rambut F sampai terlepas.

Namun karena F tidak bisa diam temannya yang satu lagi saudari M menggampar F “maksud dari M menggampar F(Korban) agar bisa diam sehingga ada bekas kekerasan fisik” tandasnya.

Anggota Polisi Polda Gorontalo yang diduga Terlibat:
Anggota Polisi yang terlibat dalam kasus ini yakni Brigadir HDK, sebelumnya tugas di Polda Gorontalo dan dimutasi di Polda Jawa Timur sejak bulan Februari 2016, Brigadir ASJ sebelumnya tugas di Polda Gorontalo, telah dimutasi di Polda Jawa Timur sejak bulan Februari 2016.

Brigadir RY tugas di Polres Bone Bolango Polda Gorontalo, Briptu EP tugas di Polres Polda Gorontalo. Keempat anggota Polri tersebut terlibat dalam kasus penyalahgunaan Narkoba “Dari keempat Anggota Pori ini kami pastikan mereka telah mengonsumsi atau menyalahgunakan Narkoba” tegasnya.

Hingga saat ini Polda Gorontalo belum menemukan bukti kuat yang mengarah ke kekerasan Seksual atau Pemerkosaan” jadi dugaan Perkosaan ini kami belum temukan bukti bukti kekerasan seksual.Ungkapnya. (tr-03)