Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Sebut Penikaman di Leato Selatan Dilatarbelakangi Motif Cemburu

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:05 Tag: , , ,
  Tersangka GK dan AZ (pakai baju tahanan) saat diwawancarai Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K menyebut kasus penikaman di salah satu tempat hiburan malam atau kafe yang ada di kawasan Terminal Leato, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Rabu dini hari kemarin, dilatarbelakangi motif kecemburuan.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim saat mewakili Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si, dalam gelaran Press Conference kasus penganiayaan yang berlangsung di halaman depan Mapolres, Kamis (06/07/2022).

“Jadi motifnya cemburu, karena pacar salah satu pelaku yang bekerja di kafe tersebut, sedang bersama lelaki lain,” ungkap IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K.

Lebih lanjut Kasat Reskrim juga menjelaskan, peristiwa bermula saat 3 orang korban yang merupakan warga Bone Bolango, berkunjung di kafe tersebut untuk menikmati musik sambil minum bir.

Saat itu pelaku berinisial GK alias Gugun dan AZ alias Aldi, warga Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mendatangi kafe dengan motif mencari rekan wanitanya atau pacarnya berinisial V alias Vita yang diketahui bekerja di tempat tersebut. Vita sendiri hingga saat ini belum juga hadir memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi.

“Sehingga dengan motif kecemburuan, bahwa pacarnya ini sedang bersama lelaki lain, pelaku yang sudah membawa badik, melakukan perlawanan kepada korban dan rekan-rekan korban,” jelas IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K.

Saat itu lanjut Kasat Reskrim ketegangan pun tak terhindarkan, korban pertama berinisial RM yang mengetahui pelaku GK sedang ribut, memegangnya dari belakang sehingga keduanya terjatuh. Saat itu rekan GK yaitu AZ membantu menganiaya korban hingga mengakibatkan korban mengalami luka di bagian pergelanagan tangan kiri, paha dan luka tusukan di sejumlah bagian tubuh lainnya.

“Selanjutnya rekan korban berinisial BS, mencoba menolong korban. Saat itu tersangka Gugun mengayunkan senjata tajam yang dipegangnya, namun BS menangkis dengan menggunakan tangan, sehingga ia mengalami luka robek di pergelangan tangan sebelah kiri,” sambung IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K.

Selain itu Kasat Reskrim juga menuturkan, usai menganiaya 2 orang korban, pelaku GK dan AZ mencoba meninggalkan kafe dan langsung dikejar oleh korban ke 2 yaitu RL. Namun karena mencoba mengejar kedua pelaku, RL kembali diserang oleh pelaku menggunakan badik hingga RL mengalami luka dibagian kepala.

“Yang jelas, barang bukti sebilah badik yang masih ada sisa darah korban sudah kita amankan dan juga visum dari ketiga korban,” tutur IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K.

Kasat Reskrim juga menambahkan, jika terbukti bersalah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, GK yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 354 tentang penganiayaan berat dengan hukuman penjara maksimal 8 tahun, subsider pasal 351 ayat ke II, yaitu penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu untuk AZ sendiri menurut Kasat Reskrim akan dijerat dengan pasal 56 yaitu turut serta membantu melakukan kejahatan penganiayaan.

Hingga dengan saat ini pelaku GK dan AZ yang telah di tetapkan sebagai tersangka itu, telah di tahan di sel tahanan Mapolsek Kota Selatan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 86 times, 1 visits today)

Komentar