Sabtu, 20 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Boalemo Limpahkan Berkas Perkara BSG Tilamuta ke Kejaksaan

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 28 Juli 2022 | 20:35 Tag: , , , ,
  Kanit Tipidkor Polres Boalemo, IPDA Budi Abdul Gani, SH (kiri), saat menyerahkan berkas perkara BSG di Kejaksaan Negeri Boalemo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah melewati proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang, akhirnya, Polres Boalemo, melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pada Bank Daerah Sulutgo (BSG) kepada Kejaksaan. Berkas perkara tahap satu tersebut, diserahkan langsung oleh Kanit Tipidkor Polres Boalemo, IPDA Budi Abdul Gani, SH, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Boalemo, pada Kamis, (28/07/2022).

Kapolres Boalemo, AKBP Deddy Herman, S.I.K, melalui Kasat Reskrim, IPTU Saiful Kamal, S.I.K.,S.T.K, menerangkan, pelimpahan berkas ini, sesuai dengan ketentuan Pasal 110 ayat (1) Kuhap. Yang mana, dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan, maka penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara terkait kepada penuntut umum.

“Jadi, hari ini kita menyerahkan berkas sesuai ketentuan. Proses hukum sudah kita lakukan, misalnya pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan, penetapan tersangka hingga penahanan terhadap tiga tersangka dalam perkara ini. Namun, baru berkas satu tersangka yang kita serahkan saat ini, yaitu ET. Dan untuk dua tersangka lainnya, masih dalam proses,” kata IPTU Saiful Kamal.

Seperti diberitakan oleh Hargo.co.id sebelumnya, adapun dugaan perkara yang ditangani oleh Unit Tipidkor Polres Boalemo tersebut, merugikan keuangan Negara sekitar 37 Miliar. Jumlah tersebut sesuai hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Dugaan perkara yang menyeret mantan pimpinan BSG Cabang Tilamuta ET, dan dua pegawai BSG Tilamuta lainnya, EP dan RM ini pun, mendapat asistensi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), dan dari Subdit IV Tipidkor Mabes Polri.

Kanit Tipidkor Polres Boalemo, IPDA Budi Abdul Gani, memastikan, selain tiga orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka saat ini, masih akan ada lagi tersangka lainnya. Ia mengatakan, dalam proses perkara ini, pihaknya juga berupaya melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara.

“Terkait upaya penyelamatan keuangan Negara sendiri, memang dalam ketentuan konstruksi Pasal, disitu kami lapis dengan Pasal 18 terkait dengan uang pengganti. Dan ini juga kami bangun komunikasi dengan teman-teman yang ada di JPU. Selain JPU, juga dengan teman-teman di BSG untuk penyelamatan aset, atau penyitaan aset dalam rangka pengembalian kerugian keuangan negara,” kata IPDA Budi Abdul Gani. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 191 times, 1 visits today)

Komentar