Padahal kata warga, Indonesia sudah lebih dari 70 tahun merdeka, namun wilaya Mongiilo Cs, itu masih sangat tertinggal hanya gara-gara akses jalan yang tak kunjung diaspal.
Kawasan ini sebenarnya tak terlalu jauh dari Kota Gorontalo. Hanya kurang dari dua jam dengan mengendarai mobil sudah bisa tembus Mongiilo dengan kondisi jalan yang rusak. Artinya, bila jalan mulus, waktu tempuh akan semakin singkat.
Tidak hanya jalan rusak. Listrik dari PLN ternyata tak ada di kawasan ini. Masyarakat hanya memanfaatkan solar sel atau panel tenaga surya sebagai sumber energi listrik. Bagi yang mampu disambungkan aliran listrik dari ganset desa atau menyediakan genset sendiri.
Masyarakat berharap pemerintah juga dapat menyambungkan jaringan listrik di wilayah Kecamatan Bulango Ulu ini. Jaringan seluler juga menjadi pelengkap belum ‘merdekanya’ kawasan Mongiilo.
“Air bersih sudah ada, jaringan handphone yang belum ada pak,”tambah Kades Owata Arifin Yahya.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, akses jalan Mongiilo mudah saja untuk dikerjalan, diaspal seperti harapan masyarakat. Hal ini tergantung keinginan pemerintah untuk mengerjakanya.
“Dapat saya jelaskan kepada masyarakat, bahwa pekerjaan jalan itu sudah terbagi. Ada yang menjadi urusan nasional, provinsi dan kabupaten/kota,”ujar Rusli Habibie.
