Hargo.co.id, GORONTALO – Banyak jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan diangkat di Kabupaten Gorontalo, membuat Anggota DPRD resah. Pasanya, dengan jumlah yang mencapai 2.000 lebih itu, tentunya akan menjadi beban daerah untuk proses penggajiannya.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Eman Mangopa mengaku mengkhawatirkan gaji PPPK memberatkan keuangan daerah. Kekhawatiran tersebut menyusul surat Kementerian Keuangan Nomor: S-46/PK/2021 yang dikeluarkan pada 31 Maret 2021 perihal perhitungan anggaran PPPK dalam alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2021.
“Surat ini ditujukan ke Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia. Bahayanya ke persoalan kemampuan keuangan daerah, harapan pemerintah daerah bahwa gaji PPPK diakomodir melalui APBN tak terwujud, namun dibebankan ke DAU atau APBD,” kata Eman, Rabu (07/07/2021).
Eman menjelaskan, poin pertama dalam surat yang diteken pada 31 Maret 2021 berbunyi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2020 tentang APBN 2021, serta Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2020 tentang Rincian APBN TA 2021 dan penyesuaian alokasi DAU TA 2021 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa TA 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya, telah ditetapkan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) TA 2021 yang dihitung berdasarkan formula alokasi dasar dan celah viscal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Artinya jumlah 2000an calon yang akan diangkat menjadi PPPK bisa menjadi beban, bebannya sekitar Rp 43 Miliar, sekarang apa kaitannya dengan pinjaman PEN, nah itu tadi beban-beban pembiayaan daerah terus bertambah dan inilah yang menjadi kekhawatiran saya selama ini, apakah daerah kita mampu? Siapa yang bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan nanti, bahkan, anggaran PEN pun lebih cenderung dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur dan bukan tidak butuh tetapi hal yang paling krusial adalah perlindungan sosial (bantuan UMKM),” tandas Eman.
Penulis: Deice Pomalingo
