Pra Rekonstruksi Penganiayaan Polisi Senior Terhadap Junior Ricuh

×

Pra Rekonstruksi Penganiayaan Polisi Senior Terhadap Junior Ricuh

Share this article
RICUH - Sejumlah aparat kepolisian mengawal ketat lima terduga pelaku penganiayaan saat gelar pra rekonstruksi di Desa Tolotio, Tibawa, Kabupaten Gorontalo, kemarin.

GORONTALO, Hargo.co.id – Polda Gorontalo terus mendalami dugaan penganiayaan terhadap empat Bintara Polri. Kemarin, Selasa (27/3), polisi menggelar pra Rekonstruksi di lokasi penganiayaan yang terletak di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Ironisnya, lima terduga pelaku yang kini statusnya masih dinyatakan sebagai saksi nyaris diamuk ratusan keluarga korban yang datang menyaksikan langsung pelaksanaan pra rekosntruksi itu.

Pantauan Gorontalo Post, pelaksanaan pra rekonstruksi digelar sekira pukul 15.00 Wita. Pra rekonstruksi dilakukan langsung di lokasi kejadian yakni di rumah milik Bripda ST, salah seorang pelaku penganiaya juniornya sesama anggota kepolisian itu.

Ratusan warga, yang sebagian besar kelaurga korban pun nampak memadati lokasi pra rekonstruksi. Lima terduga pelaku serta tiga korban pun nampak dihadirkan dalam pelaksanaan pra rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kompol Jibril itu.

Di tengah pelaksanaan pra rekosntruksi, umpatan dan makian untuk pelakupun terus terdengar keluar dari mulut warga yang nampak geram setelah mendengar informasi penganiayaan itu.

Bahkan, sejumlah keluarga dekat korban, mengamuk, berteriak dan berusaha masuk ke dalam rumah tempat pelaksanaan pra rekonstruksi. Sejumlah anggota polisi yang berjaga di lokasi pun sempat dibuat kewalahan oleh aksi puluhan ibu-ibu rumah tangga itu.

Meski hingga akhir pelaksanaan pra rekosntruksi, tidak ada keterangan dari pihak kepolisian. Namun, dari pantauan di lokasi pra rekosntruksi dilakukan, sejumlah adegan nampak dilakukan.

Lokasinya pun nampak berpidah-indah, dari ruang teras depan rumah, ruang tamu, hingga di dalam kamar, yang diduga menjadi lokasi penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda ST dan Kawan-kawan kepada Bripda Isnain Yusuf, Bripda Agung Maloto dan Bripda Fatan Zain.

Puncaknya, saat pelaksanaan pra rekonstruksi selesai dilakukan, kelima terduga pelaku yang digiring masuk ke dalam mobil tahanan Polda Gorontalo berusaha dikejar oleh keluarga korban. Polisi sempat dibuat kewalahan.

Bahkan, ketiga korban pun turun langsung untuk menenangkan para keluarga mereka yang nampak sangat emosi kepada kelima terduga pelaku.

Hesti Jusuf, salah seorang keluarga dekat korban mengaku, sangat menyesalkan apa yang terjadi pada keponakannya itu.

Bahkan, Hesti menegaskan, sangat keberatan dengan peristiwa yang terjadi pada keponakannya itu. “Kasian keponakan itu sudah tidak ada orang tua, tapi malah dianiaya speerti itu, mereka itu tidak layak menjadi polisi, mendingan jadi preman saja,” ujarnya sembari berteriak-teriak.

Hesti juga meminta kepada Kapolda Gorontalo untuk memberikan sanksi pemecatan kepada kelima terduga pelaku tersebut. Hesti mengatakan, saat malam kejadian, dia dan keluarga sengaja tidak diberitahu oleh keponakannya itu bahwa dirinya telah dianiaya.

Bahkan, Bripda Isnain, menurutnya, berusaha menyembunyikan persitiwa naas itu. “Pokoknya kami keluarga tidak terima, dan kami tidak mau sanksi lain selain pemecatan,” tandasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono menegaskan, pihaknya tidak akan pernah menutup-nutupi kasus ini. Bahkan pihaknya saat ini terus melakukan pendalaman atas dugaan penganiayaan itu.

“Sejauh ini kelima anggota tadi, masih berstatus saksi,” ujarnya. Olehnya, menurut Wahyu, pihaknya melakukan pra rekostruksi untuk mendalami peran dari kelima saksi itu sendiri. “Kami juga sudah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi,” katanya.

Sebelumnya, warga Gorontalo dihebohkan dengan video penganiayaan anggota polisi. Ironisnya, pelaku penganiayaan empat anggota kepolisian itu adalah seniornnya sendiri, yang juga berstatus sebagai anggota kepolisian di Direktorat Sabhara Polda Gorontalo.

Video yang kini viral di tengah masyarakat Kota Gorontalo itu, mendapat perhatian langsung dari Kapolda Gorontalo. Sanksi tegaspun disiapkan untuk para pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu.(tr-45/hg)