Hargo.co.id – Seorang wartawan olahraga perempuan bernama Julieth Gonzalez Theran, yang meliput Piala Dunia 2018, mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari warga setempat.
Hal itu terjadi ketika wartawan asal Kolombia tersebut sedang melaporkan euforia yang terjadi di Kota Saransk, Rusia, dalam menyambut gelaran Piala Dunia 2018.
Reporter Piala Dunia 2018 asal Kolombia, Julieth Gonzalez, mendapatkan pelecehan saat melaporkan berita. Saat sedang melaporkan di depan kamera, Theran pun mendapatkan pelecahan dari salah satu oknum suporter sepakbola.
Tiba-tiba pria yang menggunakan topi berwarna biru menghampiri Theran untuk memegang dadanya dan mencium pipinya. Sebagai seorang reporter, Theran pun tak menghiraukan kejadian tersebut dan terus melanjutkan laporannya di depan kamera.
Julieth Gonzalez Theran memberikan komentar terkait insiden pelecahan yang diterimanya saat melaporkan Piala Dunia 2018. “Saya berada di sana selama sekitar dua jam untuk mempersiapkan barang-barang saya dan tidak ada yang terjadi pada saya. Tetapi ketika saya telah berbicara di depan kamera, orang itu memanfaatkannya,” ujarnya, dikutip dari Mirror.
“Dia mendatangi saya, memberi saya ciuman dan dia menyentuh payudara saya. Saya harus melanjutkan (laporannya), setelah itu saya mencoba untuk melihat apakah pria itu masih ada di sana tetapi dia telah pergi.
Theran pun menunjukkan sikap yang sangat kesal dengan tindakan oknum pendukung sepakbola tersebut. Menurut Theran, dirinya tidak pantas mendapatkan perlakuan ini dari pihak manapun.
“Kami tidak pantas mendapatkan perlakuan ini. Kami sama-sama profesional. Saya berbagi kebahagiaan sepakbola tetapi kami harus mengidentifikasi batas antara kasih sayang dan pelecehan. (berbagai sumber)
Video
Comienza el Mundial y nuestra reportera @JULIETHCGT se encuentra demasiado cerca de los hinchas en el corazón de Moscú. [ko] pic.twitter.com/oMkHoUv6jy
— DW Español (@dw_espanol) June 14, 2018
