WALAUPUNÂ kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu dari kanker pada wanita, tetapi jangan takut. “Banyak penderita kanker serviks dapat bebas sama sekali bila diketahui lebih dini, dan setelah dilakukan pengobatan dengan sempurna” , kata Prof. DR. Dr. H. Suhanto, SpOG – Divisi Onkologi Ginekologi Departemen SMF Obstetri dan Ginekologi RSU Dr Soetomo, Surabaya.
Dari banyak penelitian terungkap, infeksi HPV (Human Papilloma Virus) lah yang bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Tidak semua infeksi virus HPV menyebabkan kanker serviks, infeksi tersebut dapat menghilang dengan sendirinya karena perlawanan dari sistem imunitas tubuh. Tetapi beberapa akan menetap dan bisa menyebabkan kanker serviks.
Deteksi Dini : Kunci Keberhasilan Pengobatan
Kabar baik bagi kaum wanita adalah bahwa penyakit ini dapat dicegah. Kunci dari upaya pencegahannya adalah pendeteksian dini, sehingga dapat diberikan pengobatan pada stadium 0 dengan peluang sembuh 100%.
Salah satu deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pap smear. Lendir contoh serviks akan diambil kemudian dioleskan pada kaca obyek untuk diperiksa di bawah mikroskop. Seorang ahli sitologi akan menguji sel-sel serviks itu, apakah normal atau tidak.
Terapi yang Diberikan Dokter
Bila ditemukan lebih dini pada stadium ringan, sel kanker itu dapat dibuang sewaktu dilakukannya pemeriksaan jaringan sel, sehingga tidak diperlukan pengobatan lain. Untuk stadium awal, dengan telah ditemukannya perubahan awal sel kanker, pengobatan umum yang diberikan adalah:
1. Cone Biopsi (Conization)
Dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel serviks, termasuk sel yang mengalami perubahan (abnormal).
2. Teknik Pembedahan
Membunuh sel kanker dengan cara diathermy menggunakan arus listrik panas LEEP (loop electrosurgical excision procedure), dengan sinar laser (laser surgery), atau pembedahan cara pembekuan (cyrosurgery).
Jika telah dipastikan positif kanker serviks, maka ada beberapa prosedur pengobatan yaitu:
- Pembedahan (operasi) untuk membuang sel kanker. Untuk stadium parah bisa berupa daerah yang terserang kanker, yaitu rahim (uterus) beserta leher rahimnya.
- Penyinaran (terapi radiasi) untuk menghentikan perkembangan sel kanker. Biasanya digunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dilakukan secara internal (bagian dalam tubuh) maupun eksternal (bagian luar tubuh).
- Kemoterapi (chemoterapy) pemberian obat semacam antibiotik untuk membunuh sel kanker.
Segera lakukan skrining secara rutin untuk deteksi dini kanker serviks. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula peluang sembuhnya. Manfaatkan keringanan biaya 20% setiap pemeriksaan SSBC dan atau HPV DNA (deteksi kemungkinan kanker serviks) selama bulan April 2018 di Laboratorium Klinik Prodia.
Informasi kesehatan ini dipersembahkan oleh Laboratorium Klinik Prodia Cabang Gorontalo. Untuk Informasi lebih lengkap hubungi Telp 0435-826246 HP 085394781515 atau kunjungi www.prodia.co.id

