Hargo.co.id GORONTALO – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei ini, sejumlah kalangan pendidikan berharap pemangkasan anggaran pendidikan tidak dilakukan pemerintah.
Saat ini dunia pendidikan sedang was-was, karena akan ada pemangkasan anggaran besar-besaran di setiap kementerian.
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Sarson Pomalato mengatakan bahwa, untuk anggaran dalam pendidikan jangan ada lagi pemangkasan, apalagi undang-undang sudah mengamanatkan bahwa untuk pendidikan 20 persen dari jumlah anggaran.
“Jangan sampai anggaran pendidikan juga di potong, karena saat ini ada pemangkasan anggaran,” katanya.
Dirinya menambahkan dengan adanya dana pendidikan sekarang saja, masih banyak infrastruktur pendidikan yang harus dipenuhi, apalagi di Gorontalo sendiri, banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur, dan juga harus memenuhi standar pelayanan minum dalam pendidikan.
“Anggaran yang ada sekarang masih sangat pas-pasan, bagaiaman kalau sudah di potong, ini sangat merugikan,” ujarnya.
Selain tentang pemotongan anggaran, Guru besar dalam bidang ilmu matematika ini juga menyoroti tentang Ujian Nasional (Unas) dengan sistem yang digunakan sekarang, yakni bukan lagi sebagai penentu kelulusan. Menurutnya, jika bukan sebagai penentu kelulusan, maka lebih baik dihapus saja.
“Menurut saya, Unas jika sudah tidak menentukan, lebih baik diserahkan di sekolah masing-masing saja. Tinggal bagaimana dari pusat yang mendesain rambu-rambu atau kisi-kisi dari Unas, sehingga itu yang akan diikuti oleh setiap sekolah, dan juga menyesuaikan dengan keadaan daerah,” katanya.
Dirinya menambahkan, yang seharusnya dipublikasi itu adalah bagaiamana masalah dari siswa, guru maupun sekolah saat menghadapi Unas, bukan pada hasil-hasil unas. “Yang sering saya lihat adalah ketika siswa A mendapatkan nilai tertinggi, itu yang di ekspose, dan prosesnya tidak pernah diekspose,” pungkasnya. (wan/hargo)
