Pupuk Langka, Sawah di Gorontalo Gersang

×

Pupuk Langka, Sawah di Gorontalo Gersang

Share this article
Tanaman padi di Limboto gersang akibat belum dipupuk dalam sebulan terakhir. Hal ini diakibatkan adanya kelangkaan pupuk di Gorontalo. (Foto: Ayi/Gorontalo Post)

Hargo.co.id LIMBOTO –  Terhitung sudah sebulan, para petani di Kabupaten Gorontalo menjalani musim tanam.

Namun seperti biasanya, masalah utama yang sering kali dihadapi oleh para petani setiap musimnya yaitu kurangnya ketersediaan pupuk di sejumlah pengecer pupuk bersubsidi.

Dua jenis pupuk utama yang sangat dibutuhkan yakni Urea dan Phonska kini sangat sulit ditemukan di wilayah yang memiliki areal pertanian terluas di Gorontalo itu.

Pantauan Gorontalo Post, salah satu areal persawahan yang berada di Kecamatan Limboto terlihat sudah ditanami padi.

Akan tetapi menurut para petani setempat, sebagian besar tanaman padi ini belum diberi pupuk karena tak ada ketersediaan pada pengecernya.

Sri Hayun (34). salah satu petani di Kelurahan Bongohulawa mengatakan, dirinya dan para petani lainnya sangat resah dengan kelangkaan pupuk ini.

“Sampai sekarang saya pe sawah yang so satu bulan ta tanam padi, sama skali bulum ta pupuk uti,” keluhnya.

Sri mengaku, hal ini bisa berdampak buruk pada kuantitas dan kualitas beras yang akan dihasilkan nantinya.

“Jelas berpengaruh skali, karena seharusnya pemupukan itu harus 3 kali, dimana yang pertama itu dilakukan pada minggu pertama penanaman, lalu 3 minggu berikutnya,

dan terakhir tidak bisa lewat dari 6 minggu setelah penanaman. Nah ini torang punya sedangkan pemupukan yang pertama saja bulum,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto, Suharto Ndea mengatakan, masalah ini sudah sering kali dialami para petani ketika musim panen.

“Ini tentu perlu dipertanyakan, apakah pupuk ini benar-benar langka atau seakan-akan dibuat langka, karena tidak mungkin setiap musim panen langka.

Jadi kami pun bertanya-tanya apakah stoknya memang tidak ada atau dari pihak distributornya yang tidak mampu lagi untuk memenuhi ketersediaan pupuk sesuai dengan jumlah kebutuhan para petani,” ujar bapak yang akrab disapa Ato ini.

Ato sangat mengharapkan, hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah karena kualitas hasil pertanian yang baik itu ditentukan dengan proses pemupukan yang teratur.(tr-55/hargo)