Putra Gorontalo Pimpin Jakarta! Anis-Sandi Sapu Bersih Hasil Hitung Cepat

×

Putra Gorontalo Pimpin Jakarta! Anis-Sandi Sapu Bersih Hasil Hitung Cepat

Share this article
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4). Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor Urut Tiga tersebut unggul sekitar 5-7% dalam hitung cepat (quick count) Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

Anies berterima kasih kepada umat muslim yang turut mendukungnya selama ini. Meski, ada pula umat yang tidak punya hak pilih dalam pilkada Jakarta. Namun, dia rela datang karena peduli pada kepentingan bersama. ’’Mengirimkan pesan perdamaian dan persatuan meski sempat dituduh identik dengan kekerasan,’’ ujarnya.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu mengungkapkan, umat Islam jangan sampai diidentikkan dengan kekerasan. Dia mengajak umat lebih banyak menghadirkan perdamaian dan keadilan. ’’Tolong sampaikan pesan ini ke saudara-saudara kita di daerah,’’ ungkapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang hadir pada kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada para ulama. Khususnya Habib Rizieq Shihab yang selama ini berani bersuara lantang. ’’Pada kesempatan ini, saya juga berharap para ulama yang sedang berurusan dengan hukum bisa segera mendapat keadilan,’’ kata Prabowo.

Kekhawatiran munculnya friksi di tengah pencoblosan dan penghitungan suara kemarin ternyata tidak terjadi. Personel TNI, Polri, dan unsur lain berhasil menjaga kondusivitas ibu kota.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, tidak ada gangguan keamanan yang menonjol selama pencoblosan. Hanya ada beberapa situasi kesalahpahaman di sejumlah titik di Jakarta Timur, Utara, dan Barat. ”Tapi berhasil dikendalikan petugas karena salah paham,” ujarnya.

Kejadian salah paham itu, bila dibandingkan dengan jumlah tempat pemungutan suara yang mencapai 13 ribu, sangat sedikit. Karena itu, secara umum kondisi Jakarta sangat aman selama pencoblosan. ”Ada juga surat suara yang kurang, tapi bukan masalah berarti,” ucapnya.