Hargo.co.id, GORONTALO – Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rachmad Gobel sudah melakukan soft launching lampu-lampu yang ada di Menara Pakaya di malah tahun baru lalu. Namun, soft launching tersebut bukan hal terakhir yang akan dilakukan oleh Rachmad pada Menara Pakaya dan sekitar menara.
Rachmad mengatakan dirinya akan mengintegrasikan Masjid Baiturrahman, Menara Pakaya dan Taman Budaya Limboto menjadi tujuan wisata baru di Limboto dan Gorontalo. Segala acara akan dilakukan oleh Rachmad untuk meningkatkan wisatawan ke Gorontalo.
“Saya harap nanti lokasi tersebut menjadi ikon wisata baru Gorontalo dan menarik wisatawan sampai 2 kali lipat,” kata Rachmad, Jumat (1/3/2019).
Untuk Masjid Baiturrahman, Rachmad sudah memesankan karpet dalam masjid agar jemaah yang datang bisa lebih nyaman beribadah. Rachmad mengatakan bila karpet tersebut diperkirakan akan datang pada bulan Februari mendatang.
“Saya sudah pesankan karpet untuk dalam masjid, rencananya datang Februari. Supaya jemaah lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah,” ucap Rachmad.
Sementara untuk Menara Pakaya, Rachmad mengatakan bila dirinya akan meresmikan lampu secara keseluruhan pada bulan Maret. Nantinya akan ada berbagai hiasan dan ornamen yang lebih memperindah menara yang memiliki nama lain Menara Keagungan Limboto tersebut.
Selain itu, Rachmad juga akan memperbaiki lantai 2 Menara Pakaya. Rencananya, di lokasi tersebut akan ada kafe yang menjual kopi pinogu dan pisang goreng khas Gorontalo.
Tak hanya kopi dan pisang Goreng, Rachmad juga akan membuat ruang pameran (showroom) untuk menampilkan produk UMKM Gorontalo. Tak lupa, kue kerawang dan kain kerawang khas Gorontalo juga akan ditampilkan oleh Rachmad di lantai 2 Menara Pakaya.
“Bulan Maret nanti kita akan berkumpul lagi di Menara Pakaya untuk peresmian lampu menara. Di bulan Maret nanti akan lebih indah karena ada beberapa hiasan dan ornamen yang ditambahkan,” sebut Rachmad.
“Lalu juga di lantai 2 Menara Pakaya akan saya rapikan supaya bisa dijadikan kafe yang menjual kopi pinogu dan pisang goreng serta menampilkan produk-produk UMKM Gorontalo,” lanjutnya.
“Kain kerawang dan kue kerawang juga akan ditampilkan disitu. Jadi orang tidak hanya ngopi dan makan pisang goreng saja, tapi juga bisa melihat hasil-hasil UMKM Gorontalo,” tutur Utusan Khusus Presiden untuk Jepang itu.
Guna menghidupkan ekonomi kerakyatan yang berada di sekitar Menara Pakaya, Rachmad menegaskan bila dirinya tidak akan menggusur pedagang kaki lima yang berada di taman Menara Pakaya. Malahan, Rachmad akan menata mereka supaya lebih teratur dan lebih rapi.
“Warung-warung yang berada di bawah Menara Pakaya itu tidak akan digusur, yang ada malah kita akan tata mereka supaya telihat lebih rapi,” sebut Rachmad.
“Ini agar ekonomi kerakyatan bisa tumbuh di Limboto ini. Selain itu, agar masyarakat tetap mendapatkan dampak secara ekonomi dari apa yang kita bangun disini. Jangan sampai malah masyarakat merasa tersisihkan,” tegasnya.
Di Taman Budaya Limboto, Rachmad berencana untuk membuat air mancur menari di lokasi tersebut. Sehingga, masyarakat nantinya memiliki banyak pilihan alternatif wisata di Limboto.
“Kalau Taman Budaya Limboto, saya akan buat air mancur menari disana. Kalau sudah jadi beda-beda tipislah dengan Paris,” sebut Rachmad.
“Jadi nanti, masyarakat memiliki banyak alternatif untuk berwisata ke Limboto dan Gorontalo,” pungkasnya. (adv)
