Biar mereka yang tak menyukaimu
Sibuk dengan caranya untuk tetap membencimu
Yang perlu kamu lakukan hanya satu
Bahagialah dengan dirimu dari mereka yang tak
Mendapatkannya hanya karena sibuk menilaimu– Indra R. (source: LINE Personal Account)
Hargo.co.id, ZETIZEN-GP – Zetizen Gorontalo ada yang kenal dengan penyair (penulis puisi) di atas? Kalau belum kenal tidak apa-apa, tahu aja dulu, siapa tahu ke depannya bisa mulai menikmati karya-karyanya.
Sebelum itu Zetizen Gorontalo ada yang suka baca puisi? Atau bisa merangkai kata demi kata bahkan bait demi bait menjadi sebuah puisi? Nah, berhubung kita mengulas tentang puisi, sudah pada tahu belum? Apa sih sebenarnya puisi itu?Jadi puisi secara umum itu dikenal sebagai hasil karya sastra, bisa ungkapan perasaan atau pemikiran dari seorang penyair.
Puisi ini dibuat dengan rangkaian bahasa yang indah dan mengandung makna, rima, irama, matra, dan bait. Selain itu, puisi sudah ada sejak lama dan dibedakan atas puisi lama dan puisi baru lho! Banyak hal yang sudah sepatutnya kita ketahui tentang puisi. Bukan hanya itu saja, puisi juga punya tema-tema tertentu. Dalam menulis penyair seperti punya cara tersendiri untuk mengungkapkan bagaimana isi hati mereka dalam baris-baris kalimat yang beradu menjadi bait-bait utuh.
Wah, keren bukan? Kira-kira gimana ya tanggapan Zetizen Gorontalo tentang puisi? Yuk simak komentar mereka berikut ini. (ZT-10/hargo)
Isran Abadi, Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo
Menumbuhkan Nilai Kebijaksanaan – Saya sendiri lebih suka dengan puisi yang bertemakan perjuangan hidup. Alasan saya suka dengan puisi adalah karena puisi dapat menumbuhkan nilai kebijaksanaan dalam diri kita dengan bahasanya yang penuh makna dan tersirat. (ZT-11)
Mifantri Pakaya, Pend. Bahasa Inggris Universitas Negeri Gorontalo
Tidak Punya Plot Seperti Novel – Walaupun saya suka beberapa jenis karya sastra, namun untuk puisi saya kurang berminat karena menurut saya puisi tidak memiliki plot seperti novel yang didalamnya terdapat pengenalan tokoh, pemaparan masalah, klimaks, anti klimaks, serta penyelesainan yang membuat saya ingin tahu seperti apa tulisan di lembaran-lembaran selanjutnya. (ZT-11)


