Selasa, 6 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ratusan Warga Turun ke Jalan, Minta Pertambangan Rakyat di Suwawa Dilegalkan

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 14 November 2022 | 16:05 Tag: , , ,
  Pengunjuk rasa saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Provinsi Gorontalo. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Suwawa, Pemuda dan Mahasiswa Bone Bolango Bersatu, meminta Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan legalitas pertambangan rakyat yang ada di Kabupaten Bone Bolango.

Hal itu disuarakan massa aksi saat menggelar aksi di empat tempat berbeda diantaranya kantor bupati dan DPRD Kabupaten Bone Bolango, kantor PT. Gorontalo Mineral, dan kantor DPRD Provinsi Gorontalo pada Senin (14/11/2022).

“Kami minta Pemerintah Daerah untuk bisa duduk bersama rakyat penambang dan unsur terkait lainnya, dalam hal mencarikan solusi, bagaimana aktivitas kami bisa dilegalkan, karena ini terkait kebutuhan hidup kami,” ujar Dewa Diko saat berorasi di depan Kantor DPRD Provinsi Gorontalo.

Selain itu poin lain yang disuarakan massa aksi yaitu apabila aktivitas tambang yang menjadi mata pencaharian mereka terganggu atau tidak dilegalkan, maka dapat berpengaruh pada faktor pendidikan anak cucu mereka, serta bisa menimbulkan tingginya angka kriminalitas.

“Apabila mata pencaharian kami terganggu, kami khawatir akan menimbulkan atau meningkatkan kriminalitas di wilayah Suwawa. Apabila tambang Suwawa dihentikan, maka jelas pendidikan anak-cucu kami terhenti,” orasi Dewa Diko.

Sementara itu saat berorasi di depan kantor PT. Gorontalo Mineral, massa aksi menginginkan pihak perusahaan untuk mencabut laporan yang ada di Mabes Polri, terkait aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

“Kami minta perusahaan mencabut laporan di Mabes Polri soal aktivitas kami yang dinilai ilegal. Kami sudah terlebih dahulu disini sebelum perusahaan masuk. Ini tanah kami, ini daerah kami. Kami minta segera dan petusahaan juga harus mau duduk bersama pihak lainnya untuk bagaimana mencarikan solusi yang tidak merugikan rakyat Suwawa,” tambah Dewa Diko.

Setelah menyampaikan orasinya dengan damai, ratusan massa aksi dibawah pimpinan jendral lapangan, Dewa Diko, itu kemudian membubarkan diri dengan tertib, namun begitu tetap mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian dan TNI.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 96 times, 1 visits today)

Komentar