Kalau Real datang ke markas Wolfsburg dengan rasa pede segunung, maka sebaliknya yang dialami Julian Draxler dkk. Wolfsburg kalah 0-3 dari Leverkusen Sabtu (2/4) lalu.
“Kami menemukan titik balik perjalanan tim buat musim ini. Dan kemenangan ini sangat tepat ketika kami hendak bertandang ke Jerman buat menjalani Liga Champions,†ucap Zidane seperti diberitakan ESPN kemarin (5/4).
Pria berusia 43 tahun itu sepertinya sudah menemukan kestabilan dengan formasi 4-3-3.
Dalam 15 laga sejak Zidane menjadi nahkoda tim, hanya sekali bapak empat anak itu mengganti formasi tim. Formasi 4-2-3-1 dipakai Zidane ketika bersua Levante (2/3) lalu.
Kestabilan yang dimaksud adalah fungsi optimal yang ditunjukkan Casemiro. Mantan pemain Sao Paolo itu tampil bak benteng kokoh yang melindungi empat bek di belakangnya.
Dari statitik Opta ketika melawan Barcelona Minggu (3/4) lalu, dari 20 kali duel lawan pemain Barcelona Casemiro menang 13 kali.
Pemain 24 tahun itu juga melakukan tiga kali intersep, sentuhan bola 56 kali, dan akurasi umpan sampai 81 persen.
“Casemiro memiliki posisi yang fundamental bagi tim ini seperti juga pemain lain dalam tim kami,†ujar Zidane. “Dengan ruang gerak yang sangat sempit, pemain kami bisa membahayakan lawan dan kami melakukan kontrol atas lawan,†tambah mantan pemain Juventus dan Bordeaux itu. (dra/hargo)
