Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Roni Imran Temui Petani Rumput Laut di Hulapa

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 2 Agustus 2022 | 04:05 Tag: , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran bersama Kepala Desa Bulalo, Fiti Rahim saat menemui petani rumput laut di Dusun Hulapa, Desa Bulalo, Kwandang, Kamis (28/7/2022) lalu. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Potensi rumput laut di Gorontalo Utara (Gorut) cukup menjanjikan. Apalagi saat ini, nilai jual naik yang terinformasi tembus hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Olehnya dalam agenda turun lapangan Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran di Dusun Hulapa, Desa Leboto Kecamatan Kwandang pada Kamis (28/7/2022) lalu, melihat langsung dan memberikan dukungan sekaligus beberapa ilmu kepada para petani rumput laut yang ditemuinya.

Kepada media ini, Roni Imran mengatakan bahwa peluang ini harus mendapatkan suport atau dukungan dari pemerintah daerah. 

“Kemarin saat agenda turun lapangan, saya menemui para petani rumput laut dan berbincang dengan mereka. Tak itu saja, saya juga sempat memberikan sedikit masukan terkait dengan cara-cara pengembangan rumput laut kepada para petani rumput laut,” ungkapnya.

Sebenarnya kata Roni Imran, untuk Gorontalo Utara, ada sekitar 7 ribu hektar luasan lahan yang potensial untuk pengembangan rumput laut. 

“Dari 7 ribu hektar tersebut, dapat menghasilkan Rp 1 triliun dibandingkan dengan potensi luasan tanaman jagung yang mencapai 30 ribu hektar dan hasilnya Rp 800 miliar,” kata Roni Imran.

Tentunya sangat jauh bedah hasilnya dilihat dari luasan yang ada. Hanya kedepan terhadap pengembangan budidaya rumput laut tersebut, turut dipengaruhi dengan kondisi yang ada di darat. 

“Maksudnya, ketika banyak zat kimia ataupun racun yang hanyut terbawa air ke laut, maka ini yang akan mempengaruhi kualitas rumput laut itu sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, Wakil Ketua 1 DPRD Gorut tersebut berharap kedepan terhadap isu lingkungan harus menjadi perhatian bersama dalam rangka pengembangan rumput laut tersebut.

“Yang dari pengelolaannya juga tentu sangat ramah lingkungan, apalagi untuk sistem pengelolaannya masih bersifat tradisional,” ujarnya.

Olehnya kedepan Roni Imran berharap dukungan pemerintah yang diberikan harus juga maksimal, baik itu dari sisi pengetahuan terkait pengembangan rumput laut terhadap para petani tersebut dan juga dari sisi anggarannya sebagai upaya intervensi. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman 

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar