Rp 403 Juta Zakat Fitra Terkumpul di Baznas, Seperti Ini Pertanggungjawabannya

×

Rp 403 Juta Zakat Fitra Terkumpul di Baznas, Seperti Ini Pertanggungjawabannya

Share this article
Ilustrasi (Rubianto/Radar Malang/JawaPos.com)

Zakat fitrah tersebut diserahkan saat buka puasa di rumah dinas Bupati Bone Bolango Hamim Pou. Sementara untuk zakat infak yang terkumpul selama Ramadan 1438 H mencapai Rp 1,4 juta. Sedangkan zakat mal yang terkumpul Rp 63.531 juta.

“Jadi total zemua zakat fitrah, infak dan zaka mal Rp 68 juta lebih. Khusus untuk zakat Mal dan infak itu belum diserahkan karena masih ada beberapa proses atau tahapan yang dilakukan untuk penyaluran zakat mal tersebut,”tandasnya.

Di Kabupaten Pohuwato, jumlah zakat fitrah yang terkumpul mencapai Rp 2,9 miliar. Namun jumlah tersebut dikumpulkan dan dikelola oleh masing-masing takmirul masjid.

Kabag Kesra Pemda Pohuwato, Daiman Ali menjelaskan, besaran zakat fitrah untuk daerah Pohuwato sudah ditetapkan jauh hari yakni Rp 25 ribu per jiwa. Zakat itu pun ada yang diserahkan kepada takmirul mesjid dan ada yang diserahkan langsung kepada masyarakat yang wajib menerima dimasing-masing wilayah.

“Ada kurang lebih Rp 2,9 miliar zakat fitrah yang telah dikeluarkan oleh msayarakat. Kami pun saat ini telah menyurati seluruh camat agar bisa mendapatkan data yang lebih valid lagi terkait dengan penerimaan dan penyaluran zakat fitrah tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah semua data terkumpul, rencananya akan diberikan kepada pihak Baznas.

“Baznas pada dasarnya hanya mengelola zakat mall. Sedangkan zakat fitrah, itu diberikan di masing-masing takmirul mesjid maupun secara langsung,” pungkasnya.

Sementara itu di Kabupaten Gorontalo masih dilakukan perampungan data pengumpulan zakat fitrah. Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo Ismail Onu mengatakan, Baznas merupakan lembaga resmi yang menangani masalah zakat. Akan tetapi Baznas tidak menangani pengumpulan zakat fitrah dari seluruh desa.

“Kami tidak mengumpulkan zakat fitra, semua dilakukan di desa, dikumpulkan di sana, dan pemanfaatannya juga dilakukan di sana. Kami (Baznas) tinggal menunggu data dari masing-masing desa,” jelas Ismail Onu

Hanya saja sampai saat ini aku Ismail Onu data tersebut belum masuk ke Baznas. Datanya masih dirampungkan di kecamatan, dan diperkirakan baru selesai dua pekan lagi.

Tak jauh berbeda, Baznas Kabupaten Boalemo juga belum melakukan pengumpulan zakat fitrah. Pengumpulan zakat fitrah masih melibatkan aparatur di desa.

“Tahun ini memang pengumpulan zakat fitrah belum melalui Baznas,” ucap Ketua Baznas Boalemo, Ishak Noho dikonfirmasi Gorontalo Post.

Kepala Bagian Kesra Pemda Boalemo Fadlina Podungge dihubungi terpisah menyampaikan untuk pengumpulan zakat fitrah tahun ini melibatkan aparatur di tingkat desa. Hanya saja untuk hasil pelaporannya belum sampai ke tingkat kabupaten.(gip/roy/kif/nat/nrt/hargo)