Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Unggul Dukungan di Non Golkar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 31 Agustus 2016 | 13:32 Tag: ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Pukulan telak bagi partai-partai yang mendukung calon Gubernur Gorontalo selain Rusli Habibie. Pasalnya, para kader dan konstituen partainya lebih besar mendukung Rusli Habibie untuk kembali melanjutkan kepemimpinan di Provinsi Gorontalo.

Data survey Celebes Research Centre (CRC) pada Agustus 2016 menunjukkan, Rusli Habibie unggul dukungan di PAN sebesar 52,2 persen, jauh meninggalkan Zainudin (8,7persen). Kemudian juga , unggul di basis konstituen Hanura dengan 55 persen, lebih besar dari Adhan Dambea (20 persen).

Bahkan Rusli juga unggul di PPP (44 persen) yang suara konstituennya relatif terdistribusi ke banyak calon. Di pemilih PDIP dan Demokrat Rusli juga unggul dengan 51 persen dan 54,5 persen. Sementara pemilih Golkar terlihat solid mendukung Rusli (78,5 persen).

“Soal dukungan partai, meski beberapa partai secara resmi telah memberikan dukungan untuk calon tertentu, namun suara konstituen partai-partai masih dominan mendukung Rusli Habibie,” kata Senior Consultant Celebes Research Centre (CRC) Imam Soeyoeti.

Selain unggul dukungan konstituen partai, keunggulan Rusli terjadi cukup merata di semua kabupaten/kota dan semua kategori sosio-demografis warga. Rusli Unggul di Gorontalo Utara (88 persen), Boalemo (73,8 persen), Kabupaten Gorontalo (72,4 persen), Bonebolango (66,3 persen), Pohuwato (57,1 persen) dan Kota Gorontalo (55 persen).

Sementara Hana Hasanah hanya mendapat point di Bonebolango (17 persen), Kota Gorontalo (14 persen), Boalemo (12,5 persen) dan Pohuwato (11 persen). Kemudian di Kabupaten Gorontalo dan Gorut sangat kecil, masing 5 persen dan 3 persen.

Sementara itu, Zainudin Hasan dan Adhan Dambea relatif hanya mendapat point di basis masing masing. Zainudin mendapat 18,6 persen di Pohuwato dan masing-masing 5persen di Bonebolango dan Kota Gorontalo, serta di bawah 4 persen di 3 kabupaten lainnya. Sedangkan Adhan Dambea, hanya mendapat 13 persen di Kota Gorontalo, dan kurang dari 3 persen di 5 kabupaten lainnya.

Keungulan dukungan tersebut, ternyata karena publik puas dengan kepemimpinan Rusli Habibie sehingga kasus hukum tidak memiliki dampak signifikan. Imam menjelaskan, secara kumulatif, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Rusli Habibie sebagai Gubernur mencapai 71 persen. Angka yang tergolong tinggi. Sementara yang tidak puas hanya 15 persen.

Kepuasan publik terbentuk karena mereka menilai Rusli Habibie berkinerja baik. Pada aspek pemerintahan misalnya, 70,5 persen menilai kinerja pemerintahan Rusli baik. Publik Gorontalo, sebesar 63 persen juga menilai pemerintahan Rusli Habibie relatif bersih dari korupsi.

Kondisi politik Gorontalo juga dianggap oleh 64 persen penduduknya baik. Sementara yang menilai kondisi keamanan kondusif lebih tinggi lagi, mencapai 78 persen. Kemudian, kinerja Rusli yang mentereng tersebut, diimbangi oleh tingkat popularitas dan kedisukaan (likeabilitas) yang tinggi pada pribadi Rusli. Sebanyak 99 persen atau hampir seluruh pemilih Gorontalo mengaku mengenal Rusli dan 90 persen dari yang mengenal menyukainya.

“Pelbagai faktor inilah yang nampaknya membuat elektabilitas Rusli tetap kokoh. Kinerja Rusli yang baik di mata publik yang membuat mereka enggan mengalihkan dukungan. Faktanya, survei menunjukkan, 60 persen pemilih Gorontalo yang tahu kasus hukum pidana ringan Rusli Habibie, terang-terangan menyatakan tidak akan mempengaruhi pilihannya,” jelasnya.(hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar