Pasalnya, Shanghai memiliki lintasan dengan beberapa trek lurus, termasuk satu yang sangat panjang (1,2 km), memberi ruang bagi mesin Mercedes untuk ”berekspresi” mempermalukan pesaing.
Sama seperti di Bahrain, Rio juga punya pengalaman di Sirkuit Shanghai di kelas junior dulu. Jadi, dia bisa langsung fokus ke mengoptimalkan setelan mobil.
”Kini tinggal memastikan setting-an mobil yang pas dan penentuan strategi ban agar bisa lebih kompetitif,” ujarnya.
Rekan setim Rio, Pascal Wehrlein, juga mengaku ada kendala pemakaian ban pada mobil Manor. Tapi, Bahrain telah memberikan banyak pelajaran, dan membuatnya juga bersemangat menghadapi GP Tiongkok.
”Exciting rasanya untuk melihat betapa besarnya potensi yang kami miliki. Saya tak sabar segera ke Tiongkok,” ujarnya.(hargo/jpg)
