Hargo.co.id, GORONTALO – Sekretariat Jurnalis Gorontalo di Jalan Taman Hiburan 2, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, kembali menjadi sasaran pencurian.
Sejumlah barang milik para jurnalis raib setelah pelaku diduga membobol sekretariat tersebut. Di antaranya speaker wireless, kabel tembaga, hingga tabung gas ukuran 5 kilogram.
Aksi pencurian itu diketahui pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo, Melki Gani, mengatakan, pencurian pertama kali diketahui oleh salah seorang wartawan, Lukman, yang datang ke sekretariat.
Saat tiba, Lukman mendapati pipa yang terhubung dengan mesin air atau mesin dap telah dipotong. Namun, pelaku gagal membawa mesin tersebut karena bagian mesinnya sudah tercor semen.
Kecurigaan semakin kuat setelah Lukman memeriksa ruang kerja di lantai dua. Sebuah speaker Noise Wireless diketahui sudah tidak berada di tempatnya.
“Selain speaker, kabel tembaga sekitar 10 meter dan tabung gas 5 kilogram juga dibawa kabur,” kata Melki.
Melki menduga aksi pencurian berlangsung pada Senin dini hari. Sebab, sehari sebelumnya, sejumlah jurnalis masih berada di sekretariat hingga sekitar pukul 23.30 Wita.
Setelah seluruh jurnalis meninggalkan lokasi, sekretariat dalam kondisi kosong. Bangunan tersebut memang tidak memiliki penjaga dan kerap ditinggalkan setelah aktivitas jurnalistik selesai.
Menurut Melki, pelaku diduga masuk melalui pintu depan ruang kerja. Pintu tersebut hanya dikunci dari bagian dalam menggunakan gerendel.
“Jadi kemungkinan pelaku membuka gerendel di bagian atas pintu melalui ventilasi,” ujarnya.
Sementara pintu yang menggunakan gembok berada di bagian samping bangunan. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp4 juta.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kota Utara. Petugas kepolisian juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Pencurian di Sekretariat Jurnalis Gorontalo bukan kali pertama terjadi. Pada 2024 lalu, tempat yang sama juga pernah dibobol. Saat itu, pelaku membawa kabur mesin dap serta satu set meja dan kursi.
Kejadian berulang tersebut membuat keamanan sekretariat kembali menjadi perhatian para jurnalis yang beraktivitas di tempat tersebut.(Rls)












