Hargo.co.id, GORONTALO – Selama pelaksanaan ibadah pada bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pohuwato, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kanwil Kemenkumham Gorontalo, menambah intensitas pembinaan kerohanian bagi warga binaannya.
Informasi yang disamapaikan Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Lapas Kelas II B Pohuwato, Fery Utiarahman, kepada Wartawan media ini, Selasa (28/03/2023), pembinaan kerohanian yang dipusatkan di Masjid At-Taubah tersebut, dijalani para warga binaan dengan antusias.
Adapun kegiatan keagaman yang diberikan diantaranya tadarus dan pengajian, salat tarawih berjamaah, shalat 5 waktu berjamaah, hingga ceramah agama yang menghadirkan penceramah dari luar, maupun warga binaan di Lapas tersebut.
Kepala Seksi Binapigiatja, Zainal Bempah, mengatakan, tujuan kegiatan keagamaan tersebut untuk membekali dan memberikan pencerahan kepada para warga binaan, agar bertaubat kepada sang pencipta sekaligus menyesali segala perbuatannya.
“Kami menerapkan kebiasaan baik tersebut menjadi sebuah kebutuhan, sehingga mereka tidak lagi harus diperintah, tetapi berkat dari keinginan dalam dirinya sendiri,” kata Zainal Bempah.
Lebih lanjut Kepala Binapigiatja itu menjelaskan, dengan intensitas kegiatan keagamaan yang bertambah ini, warga binaan dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk kembali merefleksikan diri mereka, sehingga sikap dan kepribadianya menjadi lebih baik lagi.
“Terutama ketika warga binaan ini akan bebas nanti, sehingga dapat menjadi bekal untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” jelas Zaenal Bempah.
Sementara itu selaku Plh. Kepala Lapas Kelas II B Pohuwato, Frangki G. Ma’ruf menyampaikan, kegiatan pada bulan suci Ramadan ini merupakan media pembinaan bagi warga binaan dan seluruh insan pengayoman. Ia meyakini, Ramadan 1444 Hijriah ini pasti akan membawa berkah bagi semua orang.
“Maknai moment ini sebagai ajang instrospeksi diri atau bermuhasabah diri, sekaligus menjadi media untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi rizki diantara sesama, dalam rangka mempertebal rasa keimanan sekaligus menambah nilai pahala kita di sisi Allah,” ujar Frangki G. Ma’ruf.
Dengan adanya kegiatan ini, selaku PLH Kalapas Kelas II B Pohuwato dirinya berharap, kiranya seluruh warga binaan bisa mengambil pelajaran dari apa yang sudah mereka lewati maupun yang telah pihaknya berikan.
“Agar pada saat bebas nanti bisa berubah, bisa kembali hidup sebagai masyarakat yang bebas, dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, karena diluar sana pihak keluarga sedang menanti kebebasan mereka,” tutup Frangki G. Ma’ruf.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
