Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Senat Mengamandemen Konstitusi, Paraguay Membara

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 3 April 2017 | 09:26 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Keputusan Senat Paraguay untuk mengamandemen konstitusi demi langgengnya kekuasaan Presiden Horacio Cartes berujung kericuhan. Sejak Jumat (31/3), ketegangan menyelimuti Kota Asuncion.

Ibu kota Paraguay itu membara dan menjadi saksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan dan pembakaran gedung. Satu orang tewas dalam kerusuhan yang berlanjut hingga kemarin (1/4) tersebut.

Menurut keterangan salah seorang aktivis oposisi, Rodrigo Quintana tewas akibat peluru karet yang ditembakkan polisi. Pemuda 25 tahun itu tewas saat menyuarakan aspirasinya di markas kaum muda liberal. ’’Kami akan melaporkan segala perkembangan yang terjadi dalam investigasi. Kami berjanji untuk transparan,’’ terang Kementerian Dalam Negeri.

Berbeda dengan keterangan oposisi tentang kematian Quintana, tim medis yang mengotopsi jenazah warga Asuncion tersebut menyatakan bahwa aktivis liberal itu meninggal akibat cedera kepala parah. Polisi belum bersedia mengonfirmasikan dua informasi berbeda tersebut. Alasannya, penyelidikan masih berlangsung. ’’Kami akan mengungkapkan semuanya setelah investigasi berakhir,’’ tutur humas kepolisian.

Kemarin pagi unjuk rasa yang dipicu keberpihakan senat kepada Cartes itu masih berlangsung. Namun, para demonstran yang jumlahnya ribuan tersebut sudah lebih tenang. Pada Jumat malam lalu, para demonstran membakar lantai 1 gedung parlemen sebagai luapan amarah kepada para legislator yang tidak berpihak kepada rakyat. Api dapat dipadamkan menjelang tengah malam saat sebagian besar demonstran meninggalkan lokasi unjuk rasa.

Sedikitnya 200 demonstran diamankan. ’’Mereka yang kami tahan itu terlibat aksi kekerasan, kriminalitas, dan vandalisme,’’ ujar kepolisian Asuncion. Selain menewaskan satu orang, unjuk rasa yang berujung bentrok dengan aparat tersebut mengakibatkan sejumlah jurnalis dan politikus terluka. Bahkan, beberapa polisi menjadi korban.

Pada Jumat lalu, 25 anggota majelis tinggi memberikan dukungan terhadap rencana mengamandemen konstitusi. Di antara total 45 anggota majelis tinggi, diperlukan dukungan minimal 23 orang untuk meloloskan proposal yang berpihak kepada Cartes tersebut. Sebab, nanti Cartes bisa kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Keputusan 25 anggota majelis tinggi itu langsung menuai protes oposisi. (AFP/Reuters/hep/c14/any)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar