Seorang Pria di Desa Miranti Ditemukan Tewas dengan Kondisi Nadi Teriris

×

Seorang Pria di Desa Miranti Ditemukan Tewas dengan Kondisi Nadi Teriris

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Tapa, IPTU Moh. Atmal SH., saat memimpin proses evakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan tewas bersimbah darah. (Foto: Istimewa)
Kapolsek Tapa, IPTU Moh. Atmal SH., saat memimpin proses evakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan tewas bersimbah darah. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang pria yang berprofesi sebagai petani ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka di bagian urat nadi tangan sebelah kiri, Minggu (07/05/2023).

badan keuangan

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan media ini, pria tersebut bernama Nasir Husain (23), yang belakangan diketahui merupakan warga Dusun III, Desa Miranti, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Nasir pertama kali ditemukan ayahnya di sebuah gubuk kawasan perkebunan yang lokasinya berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah korban, sekitar pukul 24.00 Wita.

badan keuangan

Saat ditemukan ayahnya di dalam pondok, Nasir Husain, sudah tidak bernyawa dengan posisi terbaring bersimbah darah dan memiliki luka di bagian tangan sebelah kiri, tepatnya di bagian urat nadi.

Selain itu di sekitar tubuh korban juga ditemukan sebilah parang beserta sarungnya yang berukuran kurang lebih 40 cm, yang terletak di dekat kaki korban.

Kapolsek Tapa, IPTU Moh. Atmal S.H,. membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut dan menjelaskan usai mendapakan informasi itu, ia bersama personel Polsek Tapa, Babinsa Koramil Tapa, Pemerintah Desa dan warga, langsung mendatangi tenpat kejadian perkara (tkp).

Example 300250

“Setelah menerima informasi itu, kami langsung mendatangi lokasi, dan melakukan olah tkp, hingga mengevakuasi korban,” beber IPTU Moh. Atmal S.H.

Lebih lanjut perwira Polisi yang pernah berhasil meraih juara 1 dalam ajang Dai Polri tingkat Nasional itu menjelaskan, usai dievakuasi dan dilakukan visum luar oleh pihak medis, diduga korban meninggal akibat kehabisan darah, karena di lengannya terdapat luka sayatan tepat dibagian urat nadi.

“Jadi setelah kami evakuasi ke kediamannya, hasil visum luar oleh pihak medis, diduga korban meninggal akibat kehabisan darah,” lanjut IPTU Moh. Atmal S.H.

Ia juga mengungkapkan, pihak keluarga korban telah menyatakan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan telah menerima kenyataan bahwa korban diduga kuat bunuh diri.

“Keluarga menolak korban ini di autopsi. Untuk penyebab korban sampai melakukan hal tersebut, kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi maupun keluarga korban,” ungkap IPTU Moh. Atmal S.H.

Mantan Kapolsek Dungingi itu juga menambahkan, usai dilakukan visum luar dan dibersihkan, jenazah Nasir Husain kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo



hari kesaktian pancasila