Hargo.co.id GORONTALO – Semarak HUT NKRI tahun ini benar-benar berbeda. Banyak kegiatan yang tak biasa dibuat masyarakat.
Termasuk di Gorontalo. Kegiatan baru yang tak biasa itu seperti yang dibuat SPBU di Gorontalo. Petugas setempat memberlakukan pengisian gratis bahan bakar Pertalite kepada masyarakat.
Syaratnya wajib hafal teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945. Hal itu membuat warga yang antrian di SPBU dibuat kejut, gembira, bercampur lucu, kemarin, (17/8).
Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), program demikian terlihat di sejumlah SPBU di Kota Gorontalo sepanjang 17 Agustus kemarin. Sejatinya, masyarakat yang antrian SPBU sudah dibuat kejut lebih awal.
Pasalnya, para petugas SPBU menggunakan seragam yang lain dari biasa. Mereka menggunakan seragam TNI.
Saat antrian, tiba-tiba petugas meminta salah satu warga menghafal UUD 1945. Sebagai imbalannya, petugas akan memberikan dobol isian. Jika mengisi 1 liter, akan akan mendapatkan 1 liter lagi secara gratis. Begitu seterusnya. Namun hanya berlaku bagi warga yang mengisi pertalite.
Sayang beribu sayang. Ternyata, banyak diantaranya masyarakat yang antri tak hafal. Jangan UUD 1945. Teks Proklamasi pun hanya awalnya saja.
Bahkan ironinya, buka cuma masyarakat umum saja yang tak hafal, beberapa diantaranya adalah remaja yang berstatus siswa, juga tak begitu tahu teks Proklamasi dan UUD 1945. Alhasil, banyak diantara yang antri tak mendapatkan surpirse kemerdekaan yang digelar SPBU tersebut.
Nurhayati Rokhani, salah satu warga mengaku kaget saat petugas menayakan hal itu kepadanya. Untungnya wanita yang tercatat sebagai PNS Kota Gorontalo itu mampu menghafal proklamasi. “Nanti itu saya ucapkan ulang UUD,” kata Nurhayati.
Ia menilai program tersebut sangat baik. Dengan begitu masyarakat dapat mengingat kembali Proklamasi dan pembukaan UUD 1945. Karana mungkin banyak yang lupa. “Buktinya kan, cuma ada beberapa yang bisa hafal. Rata-rata sudah lupa,” ujar Nurhayati.
Hal yang sama juga disampaikan Mohamad Ayub, salah satu pelajar SMK di Gorontalo. Ia mengaku sangat senang dengan adanya tantangan dari SPBU tersebut. Mohamad adalah salah satu diantara yang antri siang itu yang bisa menghafal proklamasi.
Namun disisi lain ia sangat sedih. Ternyata banyak masyarakat Gorontalo yang tak hafal Proklamasi dan pembukaan UUD 1945. Termasuk para pemuda. “Tapi saya juga senang, siang ini bisa isi pertalite gratis,” ungkapnya.
Sementara itu, Dimas salah satu Sales Marketing SPBU wilayah Gorontalo mengatakan, program yang dilakukan tersebut merupakan program PT Pertamina Gorontalo. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan NKRI ke-71.
Menurut Dimas, program ini diberlakukan di seluruh SPBU milik Pertamina di Gorontal untuk membangkitkan semangat nasionalisme. (tr-48/ar/hargo)
