Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simpang Siur Informasi Putusan MA

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 16 Maret 2018 | 09:33 AM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Sempat mereda beberapa hari. Tensi politik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Gorontalo kembali meningkat. Sepanjang hari kemarin (15/3), perhatian masyarakat Kota Gorontalo tertuju pada informasi putusan Mahkamah Agung (MA). Namun, informasi putusan atas gugatan yang dilayangkan pasangan Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI) itu simpang siur.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bila putusan atas gugatan MATAHARI terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo di Mahkamah Agung (MA) akan dibacakan pada Kamis (15/3). Seiring hal itu, publik Kota Gorontalo dibuat penasaran dengan hasil putusan MA. Apakah gugatan pasangan MATAHARI dikabulkan? Atau sebaliknya.

Dari pagi hingga siang, publik terus menantikan datangnya informasi hasil putusan MA. Namun sampai dengan pukul 15.00 wita, belum ada secuil kabar maupun kepastian informasi putusan MA.

Selepas Magrib atau sekitar pukul 18.30 wita, perhatian publik Gorontalo lagi-lagi tertuju pada informasi putusan MA. Pasalnya, saat itu beredar kabar bila sudah ada putusan MA atas gugatan pasangan MATAHARI. Kabar itupun menyebar cepat melalui jejaring media sosial (medsos).

Tak butuh waktu lama. Setelah beredar luas, para pendukung MATAHARI langsung menyambut dengan penuh suka cita. Mereka lantas menggelar konvoi kendaraan bermotor, baik roda dua, roda tiga dan roda empat. Konvoi dilakukan di beberapa titik. Salah satunya di Jl. Jeruk yang berada dekat dengan kediaman Calon Wali Kota Gorontalo Marten Taha.
“Hidup dua… Hidup dua,” yel-yel massa pendukung saat mengelar konvoi.

Aksi konvoi dilakukan massa pendukung setelah mendapati kabar gugatan pasangan MATAHARI dikabulkan oleh MA.
Namun di tengah euforia massa pendukung, beredar pula informasi lain tentang putusan MA. Saat itu dikabarkan bila MA belum mengeluarkan putusan.

Seiring bergulirnya waktu simpang siur informasi putusan MA itu makin ramai. Bukan hanya lewat jejaring media sosial, di pusat-pusat aktivitas dan keramaian warga, simpang siur informasi putusan MA menjadi bahan perbincangan.
Simpang siur informasi putusan MA makin luas, ketika sejumlah pihak coba dihubungi tak memberikan komentar.

Kuasa Hukum KPU Kota Gorontalo Salahudin Pakaya yang coba dihubungi melalui sambungan seluler gagal dimintai keterangan. Sebab, nomor seluler miliknya dalam kondisi tak aktif. Demikian pula Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba. Beberapa kali dihubungi, nomor seluler milik La Aba dalam kondisi tak aktif.

Di sisi lain, kubu MATAHARI yang coba dihubungi saat itu belum memberikan jawaban. Kuasa Hukum MATAHARI Herson Abas dan Ronal Taliki yang dihubungi mengaku bila untuk gugatan MA ditangani oleh tim kuasa hukum di Jakarta.
“Kami sudah membagi tugas. Kami saat ini berada di Makassar. Untuk yang di MA ditangani oleh tim kuasa hukum di Jakarta,” beber Herson dan Ronal.

Calon Wali Kota Marten Taha yang coba dihubungi melalui sambungan seluler belum merespon panggilan Gorontalo Post. Demikian pula pesan WhatsApp yang dikirimkan Gorontalo belum mendapat balasan.

Hingga sekitar pukul 22.00 wita, Cawali Marten Taha memberikan jawaban atas konfirmasi Gorontalo Post.
Menurut Marten Taha, dirinya masih menunggu hasil sidang di MA yang rencananya dijadwalkan kemarin (15/3).
“Kita masih nunggu putusan MA,” kata Marten Taha.

Menurut Marten jika MA sudah memutuskan perkara tersebut maka di Website MA akan langsung ditayangkan. Sementara bagi penggugat dan tergugat akan diberikan salinan putusan. “Tunggu saja, pasti akan ditayangkan di Website MA. Sama seperti dengan perkara-perkara lainnya,” ucap Marten mengakhiri pembicaraan dengan Gorontalo Post.(ndi/tr-45/san/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar