Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



SMAN 1 Buntulia Dibobol Maling, Ini yang Raib 

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 30 Juni 2018 | 12:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi pembobolan di Gorontalo makin merajalela. Tak hanya di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango saja yang menjadi sasaran empuk para spesialis pembobol rumah dan kantor.

Di Kabupaten Pohuwato, para pelaku pembobolan ini juga beraksi di Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Buntulia. Padahal, jajaran Polres Pohuwato kerap mengungkap kasus pencurian bahkan menangkap sejumlah pelaku pembobol rumah dan bangunan milik pemerintah setempat.

Hingga berita ini disusun, pelaku pembobolan yang belum diketahui identasnya itu masih dalam penyelidikan polisi. Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (Hargo.co.id), peristiwa pembobolan sekolah SMA I Buntulia diperkirakan terjadi malam hari. Belakangan diketahui ketika Kepala Sekolah SMA N I Buntulia Ramly SY Abdul Rajak (53), mendatangi sekolah tersebut, Ahad (23/6) sekitar pukul 07.00 wita.

Kedatanganya ke sekolah itu tak lain untuk mengecek pekerjaan perbaikan salah satu ruangan kelas di sekolah. Betapa kagetnya Ramly ketika tiba di sekolah itu mendapati kondisi pintu tata usaha sekolah sudah rusak dan tidak terkunci lagi.

Mengetahui hal itu Ramly dengan segera mengecek ruanganya (Ruang Kepsek). Alibi Ramly benar, ternyata kondisi pintu ruang kerjanya juga sudah dalam keadaan rusak. Dirinya pun kaget ketika mendapati dua unit komputer milik sekolah sudah tidak lagi berada di tempatnya.

Sambil mencoba mencari petunjuk terkait pembobolan sekolah, kepada masyarakat sekitar. Ramly pun segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Kepada Gorontalo Post, Kepsek SMA I Buntulia Ramly Sy Abdul Rajak yang juga pertama kali mengetahui adanya pencurian tersebut mengatakan, dengan kejadian ini pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian materil sebesar Rp. 10 juta dan kerugian lainya berupata kerusakan pintu ruangan yang dicongkel maling.

“Bukan hanya itu saja, dari kejadian ini ada beberapa file penting yang di simpan di Komputer tersebut juga ikut hilang, sehingga ini menyulitkan kami saat memerlukan data yang disimpan pada komputer yang hilang itu,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Mohammad Kukuh Islami, SIK ketika dikonfirmasi melalui Kanit II Ipda Syaifful Djakatara, SH mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian di SMA I Buntulia tersebut.

“Sementara masih kita usahakan pengungkapanya, diantaranya kita masih memperdalam keterangan saksi dan juga bukti-bukti di lokasi, sehingga diharapkan bisa mengarah pada identitas pelaku pencurian,” jabarnya.

Selain itu Ipda Syaifful mengatakan, kasus pencurian ini masih terindikasi adalah tindakan individual oknum masyarakat. “Sejauh ini belum terindikasi adanya tindakan oleh kelompok ataupun komplotam spesial pembobol. Karena dari pelaku-pelaku pada kasus sebelumnya tidak ada keterkaitan sama sekali dengan kasus lainya. Sehingga kuat dugaan kami bahwa ini aksi individual oknum masyarakat,”tandasnya. (mg02/hg)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar