Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Iuran Sekolah, Ini Kata  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Monday, 15 January 2018 | 13:38 PM Tags: ,
  

Hargo.co.id – Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P, ke Gorontalo selama dua hari dari Sabtu (13/1) hingga Minggu (14/1), membawa sejumlah kabar gembira bagi para pegiat pendidikan di daerah ini.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pohuwato, Mendikbud Muhadjir Effendy juga memberikan pernyataan menarik terkait penarikan pungutan iuran sekolah yang menjadi polemik belakangan ini.

Saat berbicara dihadapan guru se-kabupaten Pohuwato, di objek wisata pohon cinta, Marisa, Minggu (14/1), Muhadjir mengutarakan kebijakan baru Kemendikbud yang melegalkan pembiayaan penyelenggaraan pendidikan melalui iuran maupun sumbangan yang bersifat tidak mengikat dari pihak manapun.

Kebijakan tersebut telah diatur dalam peraturan Mendikbud nomor 75 tahun 2017 tentang Komite sekolah. Menurutnya, komite harus menjadi partner sekolah untuk membiayai pengembangan pendidikan.

“Meskipun gratis, Komite sekolah boleh menggali dana untuk kemajuan sekolah berupa iuran sekolah. Jadi kebijakan ini tidak dilarang (penarikan iuran.red) asalkan bisa dibicarakan secara musyawarah mufakat. Dengan catatan bagi masyarakat miskin harus dibebaskan dari iuran tersebut,” katanya.

Dengan kebijakan ini, Mendikbud meyakini sekolah di Gorontalo yang hanya mengandalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa maju. Mengingat pembiayaan dana BOS sangat terbatas hanya untuk pelayanan standar minimum. ,”Sekali lagi ketentuan ini bisa diterapkan asalkan uangnya tidak dikorupsi oleh pengelolanya.

Kebijakan ini saya sudah izin sama Pak Presiden saat awal saya menjabat Mendikbud, dan Pak Presiden memberikan apresiasi. Penjelasan Pak Presiden bahwa sekolanya waktu di Kota Solo dulu itu maju, namun seiring dengan pendidikan gratis maka sekolah mulai turun anjlok,” ungkapnya mengutip pernyataan presiden.

Kuota Guru

Menyingung soal masalah kekurangan guru, masih dalam kesempatan yang sama, Muhadjir menyatakan akan berjuang agar kuota penerimaan guru dalam rekrutemen CPNS 2018 akan diperbesar.

Karena, moratorium pengangkatan CPNS yang dilakukan pemerintah pusat dalam lima tahun terakhir, berimbas pada meningkatnya kebutuhan guru. Di banyak daerah, sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru, diisi oleh para tenaga honerer. Karena posisi kosong yang ditinggalkan oleh guru yang pensiun belum diisi dengan pengangkatan guru melalui proses rekrutmen CPNS.

Muhadjir Effendi mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah konkrit untuk mengatasi kekurangan guru PNS tersebut.

Kemendikbud telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi serta Kementerian Keuangan agar memperbesar kouta pengangkatan guru.

Pada 2018, pemerintah pusat berencana untuk membuka penerimaan CPNS di semua daerah. “Kebutuhan tenaga pengajar meningkat setiap tahun. Banyak guru yang pensiun. Saat ini lebih dari 240 ribu guru pensiun,” ujar Muhadjir.

Dia mengatakan, pengangkatan guru yang dilakukan pemerintah pusat ditengah moratorium CPNS belum bisa mengatasi sepenuhnya masalah kekurangan guru.

Karena yang diangkat hanyalah guru garis depan. “Ada beberapa sekolah yang hanya mempunyai satu orang guru PNS. Tapi yang bersangkutan menjadi Kepala Sekolah,” jelasnya.

Belum memadainya pemenuhan kebutuhan guru PNS ini menurut Muhadjir, menjadi salah satu pemicu membludaknya tenaga honorer di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru.

Dia menyebut, jumlah tenaga honorer se-Indonesia saat ini mencapai 736 ribu. “Maka saya tak heran jika di kabupaten Pohuwato banyak tenaga honorer yang mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Pengangkatan guru PNS ini disisi lain juga akan mengatasi persoalan kesejahteraan tenaga pengajar utamaya dari para tenaga honorer.

Sebab bila para guru berstatus PNS secara otomatis akan mendapatkan seleri yang memadai berupaya gaji dan tunjangan sertifikasi. (ndi/tr-30/tr-55)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar