Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Vaksin Palsu, IDI Minta Kemenkes dan BPOM Bertanggung Jawab

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara News , pada Senin, 18 Juli 2016 | 18:56 Tag:
  

Hargo.co.id – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akhirnya menyatakan sikap terkait beredarnya vaksin palsu di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sekjen PB IDI, Dr Mohammad Adib Khumaidi mengatakan, pihaknya mendesak Kemenkes dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk bertanggung jawab akan adanya edaran vaksin palsu.

Pasalnya kondisi tersebut diakibatkan oleh buruknya protokol penanganan vaksin palsu.

“Secepatnya harus memulihkan situasi tidak kondusif ini dengan membuat protokol penanganan yang baik,” kata Khumaidi di Jakarta, Senin (18/7).‎

Di samping itu, lanjut Khumaidi, sejatinya tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan adalah korban dari oknum pemalsu vaksin dan meminta kepada pemerintah untuk tidak membiarkan dokter dan tenaga kesehatan menghadapi keluhan masyarakat tanpa adanya solusi dari pemerintah.

“Segera mungkin sampaikan kepada publik jalan keluar terhadap anak-anak yang telah terbukti mendapat vaksin palsu,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan dan Bareskrim Mabes Polri menyatakan rumah sakit dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya terindikasi vaksin palsu. Bareskrim sendiri sudah menetapkan 23 tersangka atas kasus ini. Dari 23 ini hanya 20 yang ditahan karena tiga diantaranya dibawah umur. (elf/JPG/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar