Untuk urusan kearifan lokal dan seni, Lebak juga jagoannya. Sebut saja Musik Gamelan Tatalu, pertunjukan kesenian khas Baduy Mapag Semah. Lebak juga saat ini sedang menggenjot wisata religi 1000 Madrasah.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, saat ini pihaknya tengah memfokuskan tiga hal yang akan digenjot terkait Pariwisata.
Konsentrasinya ada pada wisata alam, wisata budaya dan wisata religi. Kata Iti, sebagai kawasan yang berdekatan dengan Tanjung Lesung yang sudah ditetapkan sebagai 10 Bali Baru, Lebak memang potensi besar di wisata alam, wisata budaya dan wisata religi. Wisata alamnya, ada pantai Ciantir Sawarna, tempat wisata terpopuler di Lebak.
Selain itu, ada juga Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Kebun Teh Cikuya yang punya panorama seperti Puncak – Bogor, Curug Munding, Pantai Bagedur, Curug Ciporolak, Curug Kumpay, serta Gua Lalay.
“Semuanya indah. Silahkan datang dan berwisata ke tempat-tempat tadi,†ungkap Bupati Lebak. Wisata budayanya? Lebak punya Baduy yang sudah mendunia.
Dan wisata budaya ini, diyakini punya nilai tinggi lantaran di Baduy bisa dijumpai kehidupan alami seperti komunitas suku Aborigin di Australia, suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Manchu Pichu Peru.
Dan untuk wisata religi, Lebak punya ribuan madrasah dan pesantren yang bisa diandalkan.
“Jumlahnya sekitar 1.200-an. Potensi pariwisata nusantaranya sangat besar karena setiap minggunya ada sekitar 5.000-an orang tua yang menjenguk anaknya di Lebak,†papar Bupati. (Hg)
