Tak Disangka, Buruh Bakar Karangan Bungan Ahok- Djarot, Ini Alasanya

×

Tak Disangka, Buruh Bakar Karangan Bungan Ahok- Djarot, Ini Alasanya

Share this article
Karangan bunga Ahok-Djarot dibakar buruh. (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Buruh yang melakukan aksi May Day membakar puluhan karagan bunga di depan Kantor Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Tampaknya mereka tidak senang melihat kondisi kota dipenuhi sampah.

Diduga buruh tersebut dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI).

Mereka tampak mengumpulkan puluhan karangan bunga milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Buruh kesal karena karangan bunga tersebut telah mengotori pemandangan kota.

Apalagi, warna karangan bunga sudah pudar. Bunga pun telah layu dan beberapa tulisan-tulisannya telah copot. Karangan bunga yang isinya ucapan terima kasih itu tampak dikumpulkan dan kemudian di bakar oleh buruh. Asap hitam membumbung tinggi bahkan hingga terlihat di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Awalnya seorang koordinator lapangan dari‎ FSP LEM PSI‎ mengaku resah adanya pemandangan tidak menarik di depan kawasan Balai Kota. Lewat pengeras suara dia pun meminta rekan-rekannya dari buruh mengumpulkan karangan bunga dan membakarnya.

“Balai Kota ini sudah dikotori dengan karangan bunga yang tidak penting, maka harus dibersihkan,” teriak koordinator aksi di lokasi, Senin (1/4).

Koordinator dengan pengeras suara itu juga mengeluh karena tidak ada petugas yang ‎membersihkan sampah-sampah karangan bunga itu. Mereka seakan tidak peduli terhadap karangan bunga yang sudah berubah bentuk menjadi tidak indah itu.

“Mana petugas kebersihan, ini kenapa tidak dibersihkan,” katanya.

Pantauan di lapangan, puluhan aparat keamanan yang terdiri dari polisi, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP‎) sudah berusaha menghalau atau mencegah aksi buruh tersebut. Namun tidak bisa dilakukan karena kalah jumlah.

Setelah karangan bunga untuk Ahok-Djarot itu dibakar buruh tampak senang dan bersuka cita, karena pemandangan kota telah bersih. “Balai Kota harus bersih, kota tidak boleh kotor,” teriak para buruh.

Saat ini, api tersebut telah padam, karena segera petugas pemadam kebakaran (damkar) memadamkan puluhan karangan bunga yang sengaja dibakar buruh. (cr2/JPG/hg)